POSMERDEKA.COM, MATARAM – Pansus IV DPRD NTB yang membahas Raperda Jasa Konstruksi melakukan konsultasi ke Dinas Cipta Karya Pemprov Jakarta. Anggota Pansus, Sudirsah Sujanto, mengatakan, kunjungan kali ini dilakukan untuk menggali informasi pengaturan pola kemitraan, antara pelaku usaha jasa konstruksi nasional dengan pelaku usaha lokal. “Hal ini bertujuan memperkuat keterlibatan kontraktor daerah dalam proyek-proyek strategis di NTB,” ujar Sudirsah, Rabu (12/3/2025).
Dia menuturkan, Kepala Bidang Bina Konstruksi beserta jajaran di kantor Dinas Cipta Karya Pemprov Jakarta memberi banyak informasi ke pihaknya. Terutama menyangkut mekanisme sanksi bagi pelaku usaha jasa konstruksi yang melanggar, seperti tidak memenuhi standar kerja atau wanprestasi dalam pelaksanaan proyek.
“Yang pasti, model sanksi yang diterapkan di Jakarta menjadi referensi bagi Pansus IV dalam menyusun regulasi yang tegas dan efektif di NTB, khususnya menyangkut rekanan yang molor dalam melaksanakan kontrak kerjanya,” papar Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB ini.
Lebih lanjut dikatakan, pemberian sanksi kepada rekanan yang terlambat mengerjakan proyek penting dilakukan. Sebab, di Provinsi NTB sejauh ini cukup banyak proyek yang molor dari target, yakni akhir Desember 2024 lalu. Proyek yang molor itu yakni RS Mandalika, renovasi Islamic Center, revitalisasi kantor Gubernur NTB, renovasi mushola Kejati NTB, Masjid At-Taqwa dan NTB Mall.
Mekanisme sanksi keterlambatan dalam pembayaran kepada kontraktor, ulasnya, perlu digali lebih mendalam. Alasannya, Dewan perlu memastikan keberlanjutan proyek dan kesehatan finansial para pelaku usaha jasa konstruksi. “Juga kami menjaga satu rupiah dana APBD terjaga dengan baik,” ungkapnya menegaskan.
Konsultasi ini, sambungnya, diharapkan dapat menambah wawasan dan referensi dalam penyusunan Raperda Jasa Konstruksi, agar dapat menghasilkan regulasi yang berkualitas. “Terpenting, kami ingin memberi manfaat bagi industri konstruksi di NTB. Yakni adanya peraturan yang jelas dan tegas, dan diharapkan tercipta ekosistem usaha jasa konstruksi yang lebih sehat serta kompetitif di daerah,” lugasnya memungkasi. rul
























