Cegah Kecurangan Timbangan, Disperindag Rutin Monitoring

DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli rutin melakukan monitoring ke pasar-pasar guna mencegah kecurangan pedagang saat penimbangan. Foto: ist

BANGLI – Mencegah kecurangan pedagang saat penimbangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli rutin melakukan monitoring ke pasar-pasar. Selain monitoring, Disperindag juga rutin melaksanakan tera ulang timbangan setahun sekali sesuai amanah aturan.

Pengawas Kemetrologian Disperindag Bangli, Ni Made Widiantari, Selasa (22/3/2022) berkata rutin monitoring ke pasar-pasar berkaitan dengan timbangan pedagang. Seminggu sekali dia dan tim turun monitoring ke sejumlah pasar di Bangli.

Bacaan Lainnya

Dia menilai pedagang di Bangli tertib melakukan kewajiban tera ulang timbangan. Cuma, saat dipajang di lokasi berjualan, terkadang ada oknum pedagang berbuat curang dengan menambah berat timbangannya. Kelakuan semacam ini yang diawasi secara rutin.

“Untuk tera ulang kami akan lakukan sekitar Agustus nanti, karena tahun lalu tera di Pasar Kidul berkisar bulan itu,” paparnya.

Disinggung sanksi bagi pedagang yang tidak rutin tera ulang, dia menyebut sesuai UU No. 2/1981 tentang Metrologi Legal, sanksi berupa denda Rp1 juta dan pidana penjara selama enam bulan.

“Sanksi sesuai Undang-Undang tersebut masih dianggap remeh. Padahal kalau sanksi ini diterapkan secara saklek (kaku), mereka tidak menggunakan timbangan, jangankan memakai, memajang pun tidak boleh,” tegas mantan Kasi Metrologi ini.

Bila ditemukan ada kecurangan, sejauh ini instansinya belum bisa melakukan tindak lanjut. Sebab, Disperindag Bangli belum memiliki PPNS Kemetrologian. Saat ini baru ada petugas pengamat dan penera.

Baca juga :  Duh! Jatuh dari Truk, THL Pengangkut Sampah Tewas

“Sejatinya kami sejak tahun 2020 telah bisa melakukan tera ulang timbangan mandiri. Namun, kami tetap kerjasama dengan Buleleng, lantaran timbangan tertentu belum bisa kami lakukan, seperti timbangan jembatan. Kalau SPBU sudah bisa dilakukan,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.