Cara RSUP Sanglah Antisipasi Suket Sehat Bebas Corona Palsu

  • Whatsapp
KASUBBAG Humas RSUP Sanglah Denpasar, Dewa Ketut Kresna.
KASUBBAG Humas RSUP Sanglah Denpasar, Dewa Ketut Kresna.

DENPASAR – Temuan surat keterangan (Suket) sehat palsu di Pelabuhan Gilimanuk menjadi atensi penting di tengah penyebaran Corona (Covid-19). Pemalsuan data kesehatan yang digunakan secara tidak bertanggungjawab untuk kepentingan pribadi dapat menjadi persoalan serius, terlebih ketika semua pihak tengah bahu-membahu memutus rantai penyebaran pandemi.

Terkait fenomena tersebut, RSUP Sanglah Denpasar turut memberi tanggapan. Kasubbag Humas RSUP Sanglah Denpasar, Dewa Ketut Kresna, saat dikonfirmasi Kamis (14/5), menjelaskan bagaimana prosedur memohon suket di rumah sakit terbesar di Bali itu.

Bacaan Lainnya

‘’Kami memang melayani penerbitan surat keterangan sehat untuk kepentingan perjalanan. Awalnya untuk kepentingan penerbangan, kemudian dalam perkembangannya juga digunakan untuk mudik,’’ katanya di RSUP Sanglah Denpasar.

Namun, lanjutnya, khusus di masa pandemi Covid-19, dengan adanya kebijakan pemerintah yang melarang masyarakat untuk mudik, penerbitan suket sehat tidak bisa diajukan layaknya pada kondisi normal. Ada serangkaian syarat tambahan yang harus dilengkapi pemohon agar surat dapat diterbitkan.

‘’Sekarang penerbitannya tidak semudah hari-hari normal. Pemohon selain diperiksa juga harus melengkapi sejumlah dokumen, misalnya surat keterangan di-PHK atau surat keterangan dari dinas terkait, yang menerangkan pemohon bersangkutan tidak lagi memiliki pekerjaan di Bali. Ini sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk memutua rantai penyebaran wabah,’’ jelasnya.

Baca juga :  Hasil Penelitian dan Pengabdian Diharap Jadi Inovasi

Kendati demikian, dalam beberapa hari terakhir pihaknya menyebut jumlah pemohon memang terbilang banyak. Setiap hari rata-rata ada 40 orang yang mengajukan suket sehat. Hanya saja, dengan adanya syarat tambahan itu, tidak semua pemohon dapat memperolehnya. ‘’Beberapa hari ini memang cukup banyak (yang mengajukan, red). Rata-rata setiap harinya ada 40 orang, namun karena adanya syarat itu, tidak semuanya mendapat,’’ tegasnya.

Suket sehat yang dikeluarkan terkait dengan pandemi Covid-19 tidak seperti suket sehat pada umumnya. Surat ini akan dilengkapi dengan rapid test (tes cepat). Pemeriksaannya pun dilakukan oleh dokter spesialis paru, bukan dokter umum seperti suket sehat pada umumnya. ‘’Surat itu dilengkapi hasil rapid test Covid-19 yang dilakukan oleh dokter spesialis paru. (Layanan, red) itu dapat dilakukan di Wing Amerta, tarifnya Rp295 ribu,’’ tutup Dewa Kresna. 015

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.