Capaian Indonesia di SEA Games 2025 Bagus, tapi Masih Ada PR Berikutnya

TRIO petembak Indonesia Dewi Laila Mubarokah (tengah), Dominique Rachmawati Karini (kanan), dan Yasmin Figlia Achadiat (kiri) berfoto usai pengalungan medali pemenang nomor 10 meter Air Rifle beregu putri cabang menembak SEA Games 2025 Thailand di Photharam Shooting Range, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12/2025). foto: dok

POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Pengamat olahraga Fritz Simanjuntak menyebut prestasi Indonesia dalam SEA Games 2025 Thailand disertai sejumlah pekerjaan rumah yang patut diperhatikan para pemangku kepentingan olahraga nasional.

Fritz menyambut baik capaian Indonesia dalam SEA Games 2025 yang telah mengunci peringkat kedua klasemen medali dengan 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. “Sangat bagus ya, kita perlu mengapresiasi pencapaian para atlet, pelatih, ofisial, dan pemangku kepentingan lain,” kata Fritz, di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

Bacaan Lainnya

Fritz mengingatkan bahwa prestasi ini jadi pencapaian bersejarah karena Indonesia kali pertama dalam 30 tahun finis peringkat kedua klasemen perolehan medali saat tak menjadi tuan rumah SEA Games, setelah edisi 1995 di Chiang Mai, Thailand.

Selain itu, jumlah 91 medali emas edisi 2025 juga menjadi emas terbanyak Merah Putih saat tak menjadi tuan rumah SEA Games. Capaian terbaik sebelumnya terjadi 32 tahun lalu saat Indonesia juara umum SEA Games 1993 Singapura dengan 88 medali emas, 81 perak, dan 84 perunggu.

Menurut Fritz pencapaian-pencapaian itu patut diapresiasi, tetapi meminta pemangku kepentingan olahraga Indonesia tidak terlena. Ia mengingatkan dalam SEA Games 2025 dua cabang olahraga terukur yang patut mendapat perhatian besar yakni renang dan atletik.

“Harus dipersiapkan serius apalagi tahun depan ada Asian Games 2026 (Aichi-Nagoya), dan Olimpiade 2028 Los Angeles tidak terlalu lama lagi. Harus diperhatikan agar catatan waktu para atlet cukup untuk bisa lolos dan kalau memungkinkan medali,” kata Fritz, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Dari segi pemerintah, Fritz mendorong dua hal yang harus ditindaklanjuti pemerintah demi mendukung keberlanjutan pembinaan olahraga nasional. Pertama, mewujudkan rencana besar dibangunnya sarana pusat latihan nasional yang memadai dan modern. Fritz mengingatkan bahwa hal ini telah menjadi pekerjaan besar pemerintah sejak masa lalu.

“Presiden Prabowo juga sudah mencanangkan. Semoga lekas terwujud karena penting agar atlet kita bisa memiliki dukungan fasilitas yang terpusat dan modern,” ujar Fritz.

Kedua, memperbanyak frekuensi penyelenggaraan kejuaraan olahraga level internasional di Indonesia agar atlet dan talenta muda yang tengah dibina memperoleh jam terbang.

Menurut Fritz kompetisi adalah tolok ukur terbaik dalam menghitung seberapa jauh pembinaan prestasi olahraga telah berjalan dan menghadirkan persaingan level internasional bakal memberi wadah pengukuran yang lebih akurat.

“Saya berharap Menpora bisa mendorong para pengurus olahraga, PB-PB itu, supaya rutin membuat kompetisi internasional. Karena kalau kita menunggu SEA Games saja, Asian Games saja, jelas tidak cukup,” katanya.

Secara khusus, Fritz menyebut penggalakan kompetisi bisa menjadi jawaban atas kerap terbengkalainya fasilitas-fasilitas olahraga yang sebelumnya mendadak dibangun untuk ajang multievent seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses