Pengamat Sanjung Sukses Cabor-cabor Olimpiade dalam SEA Games 2025

GANDA putri Indonesia Janice Tjen (kiri) dan Aldila Sutjiadi (kanan) berpose dengan medali emasnya usai upacara penghormatan pemenang (UPP) final tenis ganda putri SEA Games 2025 di National Tennis Development Center, Pak Kret, Nothanburi, Bangkok, Thailand, Jumat (19/12/2025). foto: dok

”Ini lebih menggambarkan bahwa kita sekarang semakin menyadari bahwa untuk bersaing di pesta olahraga multicabang memang harus kuat di nomor-nomor induk yang menyediakan banyak medali”

POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Pengamat olahraga Mohamad Kusnaeni menyanjung keberhasilan cabang-cabang olahraga Olimpiade yang berhasil menyumbang medali bagi Indonesia dalam SEA Games Thailand 2025.

Read More

Indonesia dipastikan finis posisi kedua klasemen perolehan medali SEA Games 2025 di bawah tuan rumah Thailand yang mengumpulkan 233 medali emas. Sampai Sabtu ini pukul 16.30, Indonesia telah mengumpulkan 91 medali emas yang mustahil dikejar oleh tim posisi ketiga, Vietnam, yang telah mengumpulkan 87 medali emas.

“Secara umum, pencapaian Indonesia di ajang SEA Games kali ini memang membanggakan. Selain naik peringkat, pencapaian medali emas juga sukses melampaui target,” kata Kusnaeni dalam pesan singkatnya Sabtu (20/12/2025).

“Sisi yang paling menggembirakan di balik kenaikan peringkat dan jumlah medali itu adalah kontribusi cabor Olimpiade. Kita bisa melihat itu dari performa para atlet panahan, atletik, panjat dinding, dan renang yang kali ini ikut memainkan peran besar dengan deretan medali emasnya.”

“Ini tentu menggembirakan karena pada dasarnya peringkat di SEA Games bukan satu-satunya tujuan. Yang tidak kalah penting adalah performa atlet di cabor-cabor yang selanjutnya dimainkan pula di Olimpiade dan Asian Games,” lanjut dia.

Keberhasilan Indonesia menempati posisi kedua SEA Games 2025 menjadi catatan penting karena untku pertama kalinya Indonesia berada di posisi itu ketika SEA Games tidak dilangsungkan di kandang sendiri sejak Chiang Mai 1995. Tapi Kusnaeni meminta acatatan positif ini tidak buru-buru diterjemahkan sebagai sinyal kebangkitan olahraga Indonesia.

“Bagi saya, ini tak perlu dimaknai sebagai sinyal kebangkitan olahraga Indonesia. Ini lebih menggambarkan bahwa kita sekarang semakin menyadari bahwa untuk bersaing di pesta olahraga multicabang memang harus kuat di nomor-nomor induk yang menyediakan banyak medali,” kata Kusnaeni, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Pembinaan yang lebih serius pada cabang olahraga atletik dan akuatik, disebut Kusnaeni terbukti membuahkan hasil dengan meningkatnya kontribusi medali emas dari kedua cabang olahraga itu.

Dengan demikian, diharapkan pada masa yang akan datang, Kementerian Pemuda dan Olahraga lebih taktis dan serius dalam memaknai persaingan pada ajang multi cabang olahraga. Jika ingin bersaing di SEA Games, cabang-cabang olahraga induk yang menawarkan banyak medali harus terus diperkuat.

Sedangkan untuk menatap kompetisi Asian Games dan Olimpiade, cara pandang yang lebih berbeda dibutuhkan untuk meraih hasil maksimal. Cabang-cabang olahraga harus diperas lagi agar bisa fokus bersaing.

“Melihat peta persaingan SEA Games memang berbeda dengan cara pandang kita terhadap Asian Games dan Olimpiade. Untuk itu, dibutuhkan strategi yang jelas dan terukur terhadap target apa yang ingin kita capai di masing-masing ajang multievent tersebut. Tidak bisa dipukul rata,” pungkasnya. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.