Bupati Mahayastra Lepas Penerima Bantuan Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi

BUPATI Gianyar, I Made Mahayastra, melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu, Rabu (3/6/2026), di Taman Maheswara, halaman belakang Kantor Bupati Gianyar. Foto: ist
BUPATI Gianyar, I Made Mahayastra, melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu, Rabu (3/6/2026), di Taman Maheswara, halaman belakang Kantor Bupati Gianyar. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu, Rabu (3/6/2026), di Taman Maheswara, halaman belakang Kantor Bupati Gianyar.

Program ini merupakan salah satu implementasi misi keempat Pemkab Gianyar dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing, melalui pendidikan yang maju dan berkualitas.

Read More

Dalam arahannya, Mahayastra menegaskan kebutuhan tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan memiliki keahlian khusus terus meningkat seiring perkembangan dunia kerja. “Salah satu solusinya adalah dengan mengikuti program pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja,” ujarnya.

Dia menyoroti perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI) yang sangat cepat di era revolusi industri. Menurutnya, lembaga pelatihan harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri, agar dapat melahirkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Perubahan ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi para pekerja dan pengusaha. Namun, kami yakin pada sektor hospitality masih banyak fungsi dan pekerjaan yang tidak akan tergantikan oleh tenaga mesin,” imbuhnya.

Selain kompetensi teknis, Mahayastra menekankan pentingnya membangun mental yang kuat dan keberanian dalam menunjukkan kemampuan diri. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki tidak akan berkembang secara optimal, bila tidak dibarengi dengan keberanian untuk tampil dan menunjukkan kemampuan. Dia mengaku bersyukur karena program bantuan kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dapat berjalan dengan baik, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Mahayastra berpesan kepada para pengelola LPK agar terus memperkuat koordinasi, dan kerja sama, dengan agen pemberangkatan maupun perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). LPK diminta fokus tugas utamanya, yaitu memberi pendidikan dan pelatihan berkualitas. Pun menjalin kerja sama dengan agen atau perusahaan penempatan untuk mempercepat proses penyaluran lulusan ke dunia kerja.

“Kepada adik-adik yang diterima di LPK, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Raihlah masa depan melalui pendidikan berbasis kompetensi, fokus pada tujuan, sehingga tahun depan dapat lulus dengan sertifikat kompetensi dan siap bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Gede Suardana Putra, dalam laporannya menyampaikan, program tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini juga memberi kesempatan bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang belum dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi.

Lebih lanjut Suardana Putra menjelaskan, dari target 400 penerima bantuan yang dicanangkan pada tahun 2026, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 345 orang. Dari jumlah tersebut, lima orang tidak lolos seleksi administrasi karena melebihi batas usia dan ber-KTP di luar Kabupaten Gianyar. Pada tahap wawancara, 26 orang dinyatakan tidak lolos, terdiri atas enam orang tidak mengikuti wawancara, enam orang memilih beasiswa program S1 dari Pemkab Gianyar, dan 14 orang mengundurkan diri. “Selanjutnya, pada tahap seleksi akhir melalui visitasi rumah, ditetapkan sebanyak 204 penerima manfaat. Sebanyak 20 calon penerima mengundurkan diri, sedangkan sisanya berada pada kelompok desil 6–10 berdasarkan data Kementerian Sosial,” pungkasnya. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.