KARANGASEM – Sebanyak 50 petugas vaksin diturunkan ke 17 desa prioritas di delapan kecamatan di Karangasem. Mereka akan turun door to door untuk vaksinasi 13.684 ekor anjing sesuai skala prioritas zona kasus gigitan dan beberapa lokasi terdampak. Vaksinasi serentak merupakan upaya Pemkab Karangasem mencegah dan menekan kasus positif rabies.
Hal ini ditekankan kembali oleh Bupati Karangasem, Gede Dana, sebelum membuka pelaksanaan vaksinasi serentak di GOR Mini Serbaguna Seraya Barat, Banjar Dinas Bungkulan, Kecamatan Karangasem, Senin (6/3/2023).
Dana minta keseriusan dan komitmen semua pihak dalam menangani kasus rabies. Kepedulian dan peran serta masyarakat dapat dituangkan dalam awig-awig atau pararem setiap desa adat. Atau dengan membuat peraturan desa oleh perbekel tentang pemeliharaan hewan penular rabies, terutama anjing.
“Adanya pararem, awig-awig atau peraturan sejenisnya, tentu sangat membantu dalam pengendalian penyakit rabies. Kepada para camat, perbekel atau lurah dan bendesa adat supaya segera melakukan langkah nyata,” serunya.
Dengan sinergi antara masyarakat dengan pemerintah daerah disertai kerja sungguh- sungguh, dia optimis Karangasem dan Provinsi Bali dapat bebas dari penyakit rabies.
Juga berkontribusi dalam usaha usaha untuk mengurangi kasus gigitan hewan penular rabies (HPR), mengendalikan populasi anjing, mengurangi bahkan meniadakan anjing liar atau yang diliarkan yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
Kepada warga yang suka memelihara anjing, dia minta dipelihara dengan baik, jangan dilepas, apalagi diliarkan. Pun lakukan vaksinasi anjing. Sementara kepada Tim Vaksinasi Rabies Karangasem, diingatkan agar serius bertugas, serius memberi vaksinasi kepada masyarakat agar target vaksinasi maksimal bisa tercapai.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, menambahkan, vaksinasi serentak 2023 merupakan kerjasama antara instansinya dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Instansinya menurunkan 11 petugas vaksin yang sudah berpengalaman dari tahun 2008, yang akan disebar di delapan kecamatan.
Dari awal Januari 2023 sampai awal Maret ini, ungkapnya, di Karangasem terjadi 260 kasus gigitan HPR, dan 25 kasus dinyatakan positif. Untuk mengoptimalkan vaksinasi rabies serentak tahun 2023, setiap wilayah banjar/lingkungan lokasi vaksinasi harus dituntaskan hingga mencapai cakupan minimal 80 persen dari populasi. Setelah itu dilanjutkan dengan vaksinasi penyisiran hingga mencapai 100 persen.
Desa prioritas, terangnya, adalah desa yang mengalami kasus rabies sangat aktif, berulang dan desa beresiko tinggi terjadinya kasus rabies baru. Vaksin yang didapat sekitar 15 ribu, tapi tidak semua dikeluarkan supaya ada stok.
Dia mengingatkan pula agar masyarakat secara sadar membawa anjing, kucing atau monyet peliharaannya untuk mendapat vaksinasi rabies. “Vaksinasi juga dilaksanakan secara stasioner di UPTD Puskeswan dan di masing-masing puskeswan yang ada di seluruh kecamatan di Karangasem secara gratis,” pungkasnya. nad
























