BUMDes Kunci Penguatan Ekonomi Desa

  • Whatsapp
GUBERNUR NTB Zulkieflimansyah (tengah) saat mendampingi kunjungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar (dua kiri), Sabtu (7/11/2020). Foto: ist
GUBERNUR NTB Zulkieflimansyah (tengah) saat mendampingi kunjungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar (dua kiri), Sabtu (7/11/2020). foto: ist

MATARAM – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, mengunjungi Provinsi NTB, Sabtu (7/11/2020).  Kakak kandung Cak Imin itu menyosialisasikan Permendesa PDTT Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa 2021 di Provinsi NTB.

Sosialisasi yang dihadiri Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, dan sejumlah pejabat dari kabupaten dan pemerintah desa serta sejumlah pegiat desa lainnya se-Provinsi NTB berlangsung di Hotel Golden Palace, Kota Mataram.

Bacaan Lainnya

Dalam sosialisasi ini, Abdul Halim, menyampaikan bahwa Permendesa Nomor 13 Tahun 2020 merupakan tindak lanjut atas perintah Undang-undang yang setiap tahunnya Kemendes PDTT mengeluarkan kebijakan terkait prioritas penggunaan dana desa.

Gus Halim mengatakan, pembangunan di desa selalu bertumpu pada dua hal yakni upaya peningkatan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia. Sehingga, dana desa harus berdampak pada peningkatan ekonomi dan sumber daya manusia.

‘’Itu sudah jelas peningkatan sumber daya manusia dan ekonomi desa. Bukan peningkatan ekonomi aparatur desa,’’ tegasnya.

Dalam Permendesa ini, kata Menteri, prioritas penggunaan dana desa akan mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan nasional. Penetapan Permendesa Nomor 13 tahun 2020 ini diawali atau dilatar belakangi oleh pemikiran terkait dengan model pembangunan nasional yang didasarkan pada Perpres Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan atau SDGs.

Baca juga :  Perkuat Pasar Domestik, Perlu Direct Flight Denpasar-India

Mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur itu menyatakan, satu tujuan yang harus diraih guna menjamin agar pembangunan desa tak mengabaikan aspek kultural dan keagamaan, yakni kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

‘’Di SDGs desa menjadi 18 karena memang dari kondisi obyektif yang kita lihat didalam SDGs global maupun nasional belum memberikan ruang yang cukup bagi kearifan lokal. Padahal, ini sangat penting di dalam prosesi pembangunan desa. Itulah makanya kita tambahi versi Kemendes PDTT yaitu SDGs ke 8 yakni kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaftif,” jelas Gus Halim.

Adapun 18 poin dari SDGs desa yakni; pertama desa tanpa kemiskinan, kedua desa tanpa kelaparan, ketiga desa sehat dan sejahtera, keempat pendidikan desa berkualitas, kelima keterlibatan perempuan desa, keenam desa layak air bersih dan sanitasi, ketujuh desa berenergi bersih dan terbarukan, kedelapan pertumbuhan ekonomi desa merata, kesembilan infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan.

Selanjutnya yang kesepuluh desa tanpa kesenjangan, kesebelas kawasan permukiman desa aman dan nyaman, kedua belas konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan, ketiga belas desa tanggapan perubahan iklim, keempat belas desa peduli lingkungan laut, kelima belas desa peduli lingkungan darat, keenam belas desa damai berkeadilan, ketujuh belas kemitraan untuk pembangunan desa dan kedelapan belas kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

Baca juga :  Dewa Indra Minta Pasar Modern Bentuk Satgas Khusus

Karena itu, lanjut Gus Halim, prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 untuk pencampaian SDGs desa akan diarahkan untuk yang pertama pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa yang isinya pembentukan, pengembangan dan revitalisasi BUMDes atau BUMDesma. 

‘’Lalu,  penyediaan listrik dan pengembangan usaha ekonomi produktif. Selanjutnya, yang kedua kita arahkan untuk program prioritas nasional sesuai dengan kewenangan desa yang isinya pendataan desa, pemetaan potensi dan sumber daya dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pengembangan desa wisata dan penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting di desa serta desa inklusif. Dan yang ketiga diarahkan untuk adaptasi kebiasaan baru yang isinya desa aman Covid -19,’’ ungkapnya.

Terkait mekanisme penggunaan dana desa 2021, Menteri menyampaikan bahwa mekanismenya digunakan untuk Padat Karya Tunai Desa (PKTD), lalu dikerjakan secara swakelola dan digunakan untuk pembiayaan permodalan BUMDes atau BUMDesma.

‘’Dalam penetapan prioritas penggunaan dana desa yang dilakukan pemerintah desa harus dibahas dan disepakati dalam musyawarah desa. Masyarakat desa harus mengawal usulan prioritas penggunaan dana desa agar dibahas dan disepakati dalam musyawarah desa,’’ ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Zulkieflimansyah, menyampaikan dengan adanya SDGs Desa, pembangunan tidak hanya dilihat dari angka, tetapi ada proses besar menghadirkan kemampuan masyarakat. Salah satu jalan untuk meng-upgrade kemampuan masyarakat adalah dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Baca juga :  Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 5 Kasus, Satu Orang Anak Umur 3 Tahun

‘’Kami membayangkan semua produk lokal itu, etalasenya ada di BUMDes.  Setelah ini pak menteri akan kami ajak mengunjungi yang namanya Mahadesa, dan maju tidaknya sebuah desa bergantung BUMDesnya,’’ ungkap Bang Zul, sapaan akrabnya.

Kemudian, Bang Zul menyampaikan jika BUMDes tidak berjalan dengan baik, akan sulit bagi masyarakat untuk mencapai kemakmuran berbasis desa. Begitu juga pengangguran serta kemiskinan akan tetap ada di situ. Tetapi jika BUMDes maju, lapangan pekerjaan masyarakat lebih banyak tercipta dan bumdesnya harus terkoneksi dengan IT.

‘’Produk UMKM kita yang sudah muncul ini, akan dibeli oleh BUMD Provinsi dan didistribusi ke BUMDes – BUMDes kita. Mudah – mudahan ikhtiar panjang ini akan menghasilkan keajaiban di masa yang akan datang,’’ tandas Gubernur. 031 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.