BSF Gaungkan Bali Siap Dikunjungi Wisatawan Mancanegara

  • Whatsapp
PANITIA BSF berfoto bersama dengan Kepala Dinas Pariwisata Provinis Bali, Putu Astawa, seusai jumpa pers, Kamis (24/12/2020). Foto: alt
PANITIA BSF berfoto bersama dengan Kepala Dinas Pariwisata Provinis Bali, Putu Astawa, seusai jumpa pers, Kamis (24/12/2020). Foto: alt

DENPASAR – Pandemi Covid-19 telah berdampak signifikan terhadap perekonomian Bali yang bergantung pada sektor pariwisata. Seperti halnya di Kuta, Bali. Kampung turis yang terkenal dengan Pantai Kuta, menjadi kawasan yang paling terdampak dengan adanya wabah ini.

Berangkat dari keperihatinan itu, seorang tokoh muda asli Kuta, I Gusti Agung Gede Agung, tergerak membantu agar keluar dari situasi ini. Dengan rekannya Robby dan Ronni serta arahan dari penasehat PHRI Bali, Jro Made Suparta Karang, dan juga tokoh lainnya, mereka pun sepakat membuat sebuah event bertajuk Bali Sport Festival (BSF). Agenda ini rencananya akan digelar di sepanjang Pantai Kuta, pada 10 Januari 2021 mendatang.

Bacaan Lainnya

“Kami mencoba menciptakan nuansa baru untuk menarik minat wisatawan agar berkunjung kembali ke Bali dengan event BSF di tengah pandemi Covid-19. Tentunya dalam event ini, protokol kesehatan menjadi acuan kami,’’ ujarnya saat jumpa pers di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali di Denpasar, Kamis (24/12/2020).

Menurut dia, sejatinya event ini akan digelar pada 27 Desember 2020. Karena terbitnya SE Gubernur Bali Nomor 2021/2020 mengenai restriksi kegiatan masyarakat dalam rangka libur Natal dan Tahun Baru 2021, event ini pun terpaksa diundur.

Baca juga :  Mahasiswa Berprestasi di Jembrana Berebut Beasiswa

“BSF yang rencananya berlangsung di Pantai Kuta dijadwal ulang menjadi tanggal 10 Januari 2020. Mudah-mudahan tidak ada aturan baru, sehingga event yang bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat dunia tentang Bali yang masif menjalankan protokol kesehatan ini tidak diundur kembali,” lugasnya.

Ia berharap, semua stakeholder mendukung event BSF ini. Di mana melalui olahraga sambil berwisata ini, menggaungkan bahwa Bali dengan protokol kesehatan yang ketat, telah siap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, berkata, saat ini sport tourism sedang menjadi tren. Karena olahraga saat ini tidak hanya berbicara prestasi semata, akan tetapi juga berdampak pada pariwisata atau hiburan.

Mengingat, setiap event olahraga yang digelar di Bali, selalui menjadi daya tarik wisata. “Jadi tidak hanya peserta saja yang datang. Mereka juga membawa keluarganya. Satu peserta bisa membawa tiga anggota keluarga, bahkan lebih. Mereka ikut kompetisi sekaligus liburan di Bali,” tuturnya.

Menurutnya, potensi ini harus segera ditangkap. Apalagi dengan branding pariwisata budaya Bali yang telah terkenal di dunia internasional, menjadi modal yang sangat siginifikan untuk mempromosikan sport tourism. “Kita harus mengambil potensi ini untuk menarik investai seperti yang dilakukan tetangga kita NTB. Karena saat sebelum pandemi, dari peserta yang hanya 3 ribu orang, yang datang bisa mencapai 8 ribu lebih,” ungkapnya.

Baca juga :  SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata, Bersyukur Jadi Pilihan Masyarakat, Biaya Terjangkau dan Bermutu

Pihakanya pun mendukung BSF ini. Lebih jauh Suwandi bilang, melalui event ini di tengah pandemi menandakan bahwa Bali tetap bergerak melakukan berbagai upaya massif menjalankan protokol kesehatan, sehingga layak untuk dikunjungi. “Melalui BSF ini, kita bisa memberi pesan kepada masyarakat dunia bahwa Bali siap untuk dikunjungi,” tegasnya, seraya berharap, BSF ini bisa berkesinambungan.

Kadis Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, menambahkan, 52 persen perekonomian Bali sangat bergantung dari sektor pariwisata. Untuk itu, lanjut dia, perlu kolaborasi agar bisa memelihara, merawat, dan menjaga pariwisata. Karena 1,3 juta dari 4,2 juta penduduk Bali, menggantungkan hidup dari pariwisata. Namun, kini mereka ada yang di-PHK hingga dirumahkan dan tanpa gaji.

“Untuk itu, upaya yang dilakukan pemerintah di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemerintah telah berjalan di tengah-tengah, menyeimbangkan antara kesehatan dan juga ekonomi yang harus bergerak. Jadi pariwisata dengan kesehatan itu harus seimbang,” jelasnya.

Astawa mengingatkan, mensimulasikan protokol kesehatan Bali Era Baru sangat penting dilakukan untuk membangun kepercayaan masyarakat dunia. Karena dengan demikian, maka para wisatawan domestik maupun mancanegara akan mengetahui bahwa Bali sangat massif menjalankan protokol kesehatan, sehingga mereka merasa aman dan nyaman untuk atang ke Bali.

“Saya kira itu gold dari kegiatan sport tourism ini. Masyarakat dunia mengetahui bahwa kita di Bali secara massif menerapkan protokol kesehatan. Termasuk juga kesiapan Bali, baik di hotel, restoran, objek wisata, telah menerapkan CHSE. Termasuk juga kemungkinan jika ada wisatawan asing terpapar, maka kita telah siap dengan fasilitas kesehatan untuk menanganinya. Jadi melalui event ini, kita membangun kepercayaan dunia tentang Bali siap dengan penanganan pariwisata di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya menandaskan.

Baca juga :  Sosialisasi Pergub 46, Masyarakat Kesiman Kertalangu Diharapkan Tidak Melanggar

Sementara itu, Anggota Kelompok Ahli Gubernur Bali Bidang Pariwisata, Ketut Jaman, berharap, BSF ini mampu memberikan citra yang baik bagi pariwisata ke seluruh penjuru dunia, sehingga menjadi daya tarik agar orang datang berkunjung ke Bali. “Jadi banyak orang yang datang ke Bali untuk ikut berpartisipasi dalam BSF ini. Untuk itu, kontinyunitas perlu dipikirkan untuk kedepannya,” harapnya.

Bali Sport Tourism ini akan berlangsung dengan mempertandingkan berbagai cabang olahraga. Bahkan, peserta dari luar Bali pun telah siap iktu berpartisipasi menyukseskan acara ini. Di mana acara yang direncanakan berlangsung di Pantai Kuta, pada 10 Januari 2021 mendatang, dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.