BPJS Kesehatan Buka Layanan Tanpa Tata Muka

  • Whatsapp
KEPALA BPJS Cabang Klungkung, Endang Triana Simanjuntak. Foto: ist
KEPALA BPJS Cabang Klungkung, Endang Triana Simanjuntak. Foto: ist

BANGLI – Mencegah risiko penularan Covid-19 ,BPJS Kesehatan Kantor Cabang Klungkung menyediakan layanan tanpa tatap muka melalui Pandawa (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp), Chat Asisten JKN atau Chika, dan layanan Care Center.

Kepala BPJS Cabang Klungkung, Endang Triana Simanjuntak, mengingatkan agar tak ada masyarakat yang marah ketika ditolak mengurus berkas di kantor BPJS. “Kami mengurangi kontak seminimal mungkin. Dalam mengurus berkas, mendaftar, pindah faskes atau apapun itu peserta bisa menghubungi nomor WhatsApp di 081246448445,” ungkapnya di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Bangli, Jumat (9/4/2021).

Bacaan Lainnya

Pelayanan Pandawa hanya berlaku untuk empat kabupaten yakni Karangasem, Klungkung, Bangli dan Gianyar di bawah BPJS Cabang Klungkung. Secara nasional mereka ada Chat Asisten JKN atau Chika di nomor 08118750400.

Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan), jelasnya, sudah naik sejak 1 Januari 2021 khusus untuk Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri dan Bukan Pekerja (BP) kelas 3. Artinya, sejak 2014 sudah terjadi tiga kali kenaikan tarif BPJS Kesehatan untuk kelas 3. Yang pertama mulai tarif premi Rp19 ribu, kemudian Rp25.500, dan kini menjadi Rp42 ribu.

“BPJS Kesehatan sudah berjalan tujuh tahun. Yang namanya program pasti ada perbaikan sana-sini. Dasar perbaikan itu adalah regulasi,” terangnya.

Baca juga :  Pegawai Damkar Badung Tewas Usai Hantam Truk

Meski ada kenaikan, dia berujar pemerintah tetap memberi bantuan iuran kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) kelas 3. Peserta mandiri kelas 3 hanya membayar iuran Rp35 ribu dari sebelumnya membayar Rp25. Seharusnya, iuran yang dibayarkan peserta mandiri kelas 3 senilai Rp42 ribu. “Pemerintah tetap memberi bantuan iuran 7.000, sehingga peserta kelas 3 cukup membayar 35 ribu per 1 Januari 2021,” tegasnya

Sementara untuk peserta berstatus PBI, Endang menuturkan belum bisa mengakses layanan tersebut. “Sebab itu semua datanya kan lewat Dinsos. Jadi belum bisa membuat dari WhatsApp atau aplikasi, ” katanya. Walau demikin pihaknya tetap berupaya melakukan pelayanan dengan mendatangi langsung peserta PBI. “Misal saat membagikan kartu kami langsung datangi ke desa atau lingkungan,”ujarnya. 

Terkait program Universal Health Coverage (UHC) di Pemkab Bangli, kata Endang, Pemkab Bangli akan tetap melanjutkan program UHC dengan setahun menganggarkan Rp30 miliar. Padahal banyak kabupaten lain menyerah untuk program UHC ini. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Bangli dalam menyediakan anggaran untuk menjalankan program Universal Health Coverage,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.