GIANYAR – Bencana longsor beberapa hari lalu mengakibatkan kerusakan di beberapa titik. Walau tidak ada korban luka dan korban jiwa, tetap saja menyisakan kerugian materi meski nilainya belum dipastikan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Ngakan Dharma Jati, Selasa (13/10/2020) mengatakan, bencana yang terjadi beruntun sejak Sabtu (10/10/2020) tersebut masih didata. “Masih diasesmen (dinilai) itu,” ujarnya.
Dari rekapitulasi, dia menyebut ada belasan bencana yang menimpa jalan raya, permukiman, maupun fasilitas adat. Ngakan menambahkan, bagi masyarakat yang mengalami kerugian bencana bisa mohon bantuan kepada pemerintah. Mekanismenya, yang bersangkutan mengajukan proposal dan dikaji tim teknis nilai biayanya.
“Setelah dicek petugas, kemudian bantuan bisa cair. Besar bantuan mengacu kepada kajian teknis dan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Di bagian lain, tiga korban bencana di Desa Bukian, Payangan mendapat bantuan sembako dari Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Made Adnyana, beserta jajaran. Penerima bantuan tersebut yakni I Ketut Tapa, I Wayan Kir, dan I Made Berata yang semuanya merupakan petani. “Kami harap bantuan yang diberikan bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan pokok keluarga setelah tertimpa tanah longsor,” kata Kapolres.
Sebelumnya, hujan lebat menyebabkan tanah longsor dan pohon tumbang di banyak titik. Pohon tumbang terjadi di Jalan Raya Pejeng, Banjar Tegal; dan di Banjar Kawan, Tampaksiring. Pohon tumbang di Jalan Raya Kelusa, Payangan menimpa mobil Toyota Avanza DK 1448 PJ dan menutup akses jalan.
Kemudian tanah longsor terjadi di Banjar Mantring dan Banjar Bukit, Tampaksiring; serta di Banjar Susut, Payangan. Kejadian lainnya, pagar rumah di Kelurahan Beng, Gianyar roboh dan menimpa motor serta penunggun karang. 011
























