BNNK Karangasem Lantik 43 Relawan Anti-Narkoba

  • Whatsapp
BNNK Karangasem lantik 43 relawan anti-narkoba, Kamis (12/11/2020). Foto: ist
BNNK Karangasem lantik 43 relawan anti-narkoba, Kamis (12/11/2020). Foto: ist

KARANGASEM – Mencegah dan memberantas peredaran narkoba, BNNK Karangasem tidak dapat bekerja sendiri. Untuk itu BNNK Karangasem bekerja sama dan membentuk relawan anti-narkoba di lingkungan instansi Pemkab Karangasem. Sebanyak 43 orang yang merupakan perwakilan dari seluruh OPD dilantik sebagai relawan, Kamis (12/11/2020) di wantilan Pemkab Karangasem. Pelantikan juga dihadiri Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta, dan Kesbangpolinmas.

Kepala BNNK Karangasem, La Muati, menyebut kegiatan ini merupakan implementasi Inpres No. 2/2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN). Kata dia, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sangat mengkhawatirkan, khususnya pada generasi muda. Keadaan ini merupakan kejahatan luar biasa karena jaringannya sistematis, terorganisir dan rapi.

Bacaan Lainnya

Kehadiran relawan anti-narkoba diharap dapat menjadi agen perubahan, terutama di lingkungan masing-masing, untuk menggerakkan partisipasi aktif masyarakat mencegah penyalahgunaan narkoba. “Dengan peran strategis yang dimiliki relawan terhadap kelangsungan hidup bangsa, saya sangat mengharap relawan anti-narkotika mampu menjadi garda terdepan dalam menangkap peluang, untuk secara aktif memberi penyuluhan dan pengetahuan kepada masyarakat,” cetusnya.

Sekda Sedana Merta menambahkan, para relawan ini sebagai mitra kerja BNN dalam akselerasi pencegahan dan pemberantasan narkotika. Relawan ini juga diharap dapat memahami tupoksinya sebagai penyuluh, inisiator, motivator dan fasilitator guna memberi pemahaman tentang bahaya narkotika.

Baca juga :  Ketua DPRD Karangasem Ucapkan Selamat Idul Fitri 1441 H

Dia menyebut titik rawan penyebaran narkotika di Karangasem secara geografis ada di Pelabuhan Padangbai dan penyeberangan wilayah Amed menuju Gili Trawangan. “Para relawan ini juga harus mampu membangun jejaring dengan tokoh-tokoh masyarakat, dalam rangka pemetaan terhadap wilayah yang dianggap rawan oleh bahaya narkotika,” pesannya. 017

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.