GIANYAR – Memberi kesempatan berpartisipasi di bidang ketenagakerjaan bagi penyandang difabel, Dinas Tenaga Kerja Gianyar resmi meluncurkan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan di Jalan Bypass Darma Giri, Senin (31/10/2022).
ULD diresmikan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra; bersama Direktur Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kementerian Ketenagakerjaan, Nora Kartika Setyaningrum; Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta; Kepala Dinas Tenaga Kerja Gianyar, IA Ketut Surya Adnyani, serta kepala OPD terkait.
Surya Adnyani mengatakan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2020 tentang Unit Layanan Disabilitas dan Undang-Undang No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, pemerintah daerah wajib memiliki Unit Layanan Disabilitas. Satu-satunya ULD di Bali saat ini ada di Kabupaten Gianyar.
ULD akan menyediakan dan memberikan informasi lowongan kerja secara luas kepada penyandang difabel. Disnaker Gianyar menggandeng perusahaan yang ada di Gianyar untuk mempekerjakan para penyandang difabel. “Sesuai Undang-Undang, perusahaan paling tidak mempekerjakan 1 persen penyandang disabilitas dari total tenaga kerjanya, sehingga tidak ada kesenjangan dan diskriminasi,” tegasnya.
Perusahaan yang mempekerjakan penyandang difabel, sebutnya, adalah PT Mitra Prodin sebanyak 20 orang, serta di OPD lingkup Pemkab Gianyar. Ke depan, instansinya akan mewajibkan perusahaan di Gianyar memberi kesempatan kerja bagi warga Gianyar yang menyandang difabel sesuai amanat Undang-Undang.
Nora Kartika Setyaningrum sangat mengapresiasi ULD Kabupaten Gianyar, karena dari sekian provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia, baru 46 yang membentuk ULD. Salah satunya di Gianyar.
Bupati Mahayastra pada kesempatan itu menambahkan, pembangunan infrastruktur, khususnya fasilitas umum, selalu menyediakan fasilitas untuk penyandang difabel, layak anak dan lansia.
Selain itu, Gianyar juga mengakomodir penyandang difabel, sehingga siapapun penyandang difabel yang berprestasi akan diterima dan disalurkan kepada perusahaan. “Ini aset Kabupaten Gianyar, dan saya yakin tidak akan mengecewakan perusahaan,” tegasnya.
Mahayastra juga mendorong para kaum difabel menjadi wirausaha. Seperti Budiarsa, yang membuat berbagai olahan kripik. “Ini kelima-limanya keluarganya disabilitas, bahkan bisa mempekerjakan delapan karyawan sekarang,” pesannya bernada bangga. adi
























