POSMERDEKA.COM, BANGLI – Kabupaten Bangli untuk kali ketiga berturut-turut meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Untuk tahun 2025, Bangli meraih penghargaan Kategori Madya atau naik satu level dari tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial, Perlindungan Anak, dan Perlindungan Perempuan Bangli, I Wayan Jimat, Selasa (12/8/2025).
Jimat memaparkan, dari hasil penilaian oleh tim pusat, Kabupaten Bangli berhasil meraih penghargaan KLA dengan Kategori Pratama tiga kali berturut-turut. Penganugerahan KLA dibagi menjadi empat kategori, yakni Pratama, Madya, Nindya, Utama. “Berkat komitmen kuat Pemkab Bangli melalui Bupati dan Wakil Bupati, serta dukungan dari masyarakat terkait pemenuhan akan hak-hak anak, maka di tahun 2025 Kabupaten Bangli meraih penghargaan Kota Layak Anak Kategori Madya,” tegasnya.
Meski naik tingkat, dia mengaku tidak lantas berpuas diri. Justru capaian itu dipakai pijakan untuk meningkatkan hak-hak anak. Dia optimis penghargaan Kategori Madya bisa dipertahankan, bahkan bisa lebih tinggi lagi. ”Kami akan terus berupaya agar tahun depan memperoleh penghargaan lebih tinggi lagi,” harapnya.
Menurutnya, raihan ini mencerminkan persyaratan sesuai klaster yang ditentukan pusat hasilnya lebih bagus lagi. Beberapa klaster yang sebelumnya belum terverifikasi oleh pusat, kini sudah mendapat sertifikasi pusat. Semisal untuk Puskesmas Ramah Anak, mendapat sertifikasi yang akan mendapat tambahan poin dalam penilaian ke depan.
”Saat dilakukan penilaian tahun 2024, Puskesmas yang kami ajukan untuk mendapat sertifikasi sebagai Puskesmas Ramah Anak baru tahap usulan. Sertifikasi turun setelah dilakukan penilaian KLA,” terangnya.
Selain puskesmas, dia mendaku juga menyasar sekolah untuk mendapat sertifikasi sebagai Sekolah Ramah Anak. SMPN 3 Bangli yang diusulkan mendapat predikat itu. “Dinas Sosial Provinsi Bali telah turun melakukan evaluasi, dan telah bersurat ke Kementerian agar menurunkan tim auditor,” sambungnya.
Satu lagi yang diusulkan untuk mendapat sertifikasi, imbuhnya, adalah arena bermain anak- anak di Alun-alun Bangli. “Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Bangli sebagai penanggung jawab Alun-alun Bangli,” pungkasnya. gia
























