BANGLI – Budidaya ikan lele dengan sistim bioflok sangat menjanjikan. Hal tersebut dibuktikan saat panen perdana demplot budidaya lele dengan sistem bioflok dengan produksi 615 kg. Panen dilaksanakan di Kelompok Budidaya Ikan (Pondakan) Lusuh Sejahtera, Banjar Tambahan Kelod, Desa Jehem, Kabupaten Bangli, Bali.
Menurut Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli, I Wayan Sarma; didampingi Koordinator Penyuluh Perikanan, Sang Putu Dirga, Kamis (25/2/2021) budidaya lele dengan teknologi bioflok ini adalah demplot bantuan Direktorat Jenderal Pembudayaan KKP. ”Penebaran benih dilakukan tanggal 10 November 2020 sebanyak 28 ribu ekor. Hari ini (kemarin) kami lakukan panen perdana,” ujarnya.
Menyinggung pertumbuhan lele, kata dia, cukup bagus dengan ukuran 5-7 ekor per kilonya. Karena ini baru kali pertama, dia menilai petani pembudidaya masih perlu melakukan berbagai pembenahan, sehingga pertumbuhan lele bisa lebih maksimal.
Untuk hasil panen kemarin langsung diambil penyedia benih. Pemasaran hasil sistem kemitraan dengan pemasok benih seharga Rp 16 ribu per kilo. “Sisa lele yang belum dipanen karena di bawah ukuran estimasinya sekitar 60 persen,” jelasnya.
Lebih lanjut dipaparkan, kelompok ini mendapat bantuan demplot budidaya lele sebanyak delapan unit kolam, dengan kapasitas per kolam mencapai 5.000 ekor. Panen perdana mencapai 615 kg, dan masih ada sisa sekitar 15 ribu ekor. “Kami belum bisa mengatakan untung atau merugi, karena panen dilakukan secara bertahap,” tambahnya.
Sesuai kontrak, ulasnya, budidaya lele ini berdurasi lima tahun. Jika hasilnya bagus, akan terus dikembangkan ke kelompok tani lainnya. Khusus tahun 2021 instansinya baru mendapat bantuan demplot untuk tiga kelompok, yakni di Apuan Kaja, Kelompok Tani Ikan di Tambahan Kelod, dan Kelompok Tani Ikan di Desa Songan. Di Desa Songan khusus untuk budidaya ikan nila.
“Prospek pemasaran budidaya lele sejatinya sangat bagus. Kami saat ini mendapat pesaing dari daerah Jawa saja. Jika masyarakat jeli mengambil peluang, niscaya kebutuhan ikan lele di Bangli akan terpenuhi, tidak lagi mengandalkan pasokan dari luar Bali,” pungkasnya. gia
























