Ayah Kadek Sepi Ditetapkan Tersangka, Ibu Kandung Ikhlaskan Kematian Korban

  • Whatsapp
POLRES Karangasem telah menetapkan ayah Kadek Sepi, Nengah Kicen (kiri) sebagai tersangka atas kematian Sepi. Foto: net
POLRES Karangasem telah menetapkan ayah Kadek Sepi, Nengah Kicen (kiri) sebagai tersangka atas kematian Sepi. Foto: net

KARANGASEM – Secara perlahan misteri kematian Kadek Sepi (13) mulai terkuak. Belakangan Polres Karangasem mengakui ayah korban, I Nengah Kicen, ditetapkan sebagai tersangka. “Ya benar, ayah korban atas nama I Nengah Kicen telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Karangasem, AKBP Ricko AA Taruna, Senin (11/10/2021). 

Selain menetapkan Kicen sebagai tersangka dalam kasus dugaan KDRT hingga menyebabkan nyawa Sepi melayang, Kapolres juga mengungkapkan hasil otopsi jenazah korban sudah keluar. Singkat kata, ditemukan ada indikasi kekerasan di tubuh korban. “Kami masih dalami serta cocokkan dengan petunjuk, bukti dan keterangan saksi,” jelas Kapolres. 

Bacaan Lainnya

Pendamping hukum Nengah Kicen, I Wayan Lanus Artawan, di kesempatan terpisah mengungkapkan, kliennya ditetapkan sebagai tersangka sejak 7 Oktober 2021. Sambil menunjukkan sejumlah surat terkait penetapan Kicen sebagai tersangka, dia berharap agar Polres Karangasem bisa segera merilis hasil otopsi agar kuasa hukum dapat memperjelas perkara yang dilaporkan. Selain itu, Lanus juga mohon agar dilakukan rekontruksi ulang.

Permintaan itu, kata dia, karena reka ulang yang sebelumnya dilakukan dianggap belum cukup akurat jika merujuk keterangan dari istri Kicen. “Untuk lebih memperjelas, kami mohon pres rilis hasil otopsi dan melakukan rekontruksi ulang,” sebutnya.

Baca juga :  Golkar Karangasem Beri Santunan ke Keluarga Kernet yang Tewas

Ibu kandung korban, Ni Nyoman Sutini, menyatakan ikhlas dengan kepergian anaknya yang meninggal karena kecelakaan. Kepada awak media, Sutini bertutur saat sebelum korban meninggal, pada pagi hari dia bermain layangan bersama adiknya yang nomor tiga. Sutini punya empat anak, dengan yang pertama meninggal pada umur 11 hari. Setelah itu lahir Kadek Sepi, Komang Hendra, yang keempat Ketut Hartono.

“Jam 8 pagi berangkat main layangan, kemudian sekitar jam 10 pulang ke rumah bermain robot-robotan dan mobil-mobilan. Saat itu saya berada beberapa meter dari tempatnya bermain, dan bapaknya berada di dapur istirahat. Saya lihat mainannya dilempar ke atas, dan Kadek Sepi terhempas ke lantai dan pingsan,” ungkap Sutini.

Melihat kejadian itu, dia dan suami bergegas menghampiri korban untuk memberi pertolongan. Karena kondisi geografis tempat tinggal mereka jauh di perbukitan dan sulit mencari pertolongan, akhirnya Kicen mencari balian. Sayang, akhirnya korban keburu kehilangan nyawa. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.