POSMERDEKA.COM, BANGLI – Kintamani yang selama ini kaya produk pertanian seperti jeruk dan kopi, juga sebagai daerah tujuan wisata (agrowisata). Kini petani kopi di wilayah Kecamatan Kintamani tengah memasuki musim panen, dan harga kopi di tingkat petani mencapai Rp15.000 per kg. Harga ini tercatat lebih tinggi dibandingkan awal musim panen tahun sebelumnya.
Petani kopi di Desa Manilitu, Kintamani, I Made Sujana, menuturkan, awal musim panen ini harga kopi tergolong tinggi. “Sekarang mencapai Rp15.000 per kilogram, bahkan sekarang naik lagi jadi Rp16.000 ribu dibandingkan awal musim panen tahun lalu,” ujarnya, Kamis (27/4/2023).
Lebih lanjut disampaikan, awal musim panen tahun sebelumnya harga kopi hanya Rp5.000 hingga Rp7.000 per kg sekarang naik tiga kali lipat. Diperkirakan harga kopi akan terus mengalami kenaikan hingga puncak panen nanti, biasanya berlangsung bulan Mei hingga Juni.
Dia memprediksi harga kopi saat puncak panen bisa menembus Rp20.000 per kg, sedangkan saat puncak panen tahun lalu hanya Rp16.000 per kg. Kenaikan harga kopi saat ini dipengaruhi produksi yang menurun akibat pengaruh cuaca. Penurunan produksi terjadi hingga 60 persen, menurutnya, gegara curah hujan tinggi yang terjadi sekitar bulan Oktober sampai Desember 2022 lalu.
Kondisi itu mengakibatkan pertumbuhan bunga pada tanaman kopi menjadi tidak maksimal, bunga kopi jadi banyak gugur, yang berimbas pertumbuhan kopi tidak sesuai harapan. “Sudah dua tahun curah hujan tinggi sekali, sehingga produksi kopi di pohon jadi tidak maksimal. Hal ini membuat harga kopi dua tahun terakhir tinggi,” imbuhnya menandaskan. gia
























