POSMERDEKA.COM, TABANAN – Camat Kerambitan, I Putu Adi Supraja, bersama para ASN dan perangkat desa dari 15 desa di Kecamatan Kerambitan, menggelar bersih-bersih di Pantai Pasut, Senin (30/6/2025). Kegiatan yang juga dirangkaikan acara memperingati Bulan Bung Karno tahun 2025 itu, merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
Lebih dari 150 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut, yang dipimpin Camat Kerambitan. Selain seluruh ASN di lingkungan Kantor Camat Kerambitan, para perbekel dan perangkat desa se-Kecamatan Kerambitan, juga mahasiswa yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari sejumlah perguruan tinggi yang tengah mengabdi di desa-desa di wilayah Kerambitan.
Kegiatan bersih-bersih di pantai tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti penting menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir. Selain itu, juga untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan unsur masyarakat dalam mendukung pariwisata berkelanjutan. Pula menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat gotong royong yang diwariskan Bung Karno.
“Kegiatan ini tidak hanya jadi momentum memperingati Bulan Bung Karno, tetapi juga sebagai sarana mempererat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan, serta kelestarian lingkungan. Pantai adalah aset penting yang harus kita jaga bersama, apalagi Pantai Pasut memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata,” ungkap Adi Supraja.
Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kecamatan dalam mendukung arah pembangunan Kabupaten Tabanan.
“Kami ingin kegiatan ini jadi wujud nyata implementasi dari visi Tabanan Era Baru, yaitu Aman, Unggul, dan Madani. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat, kami percaya cita-cita tersebut dapat terwujud, dimulai dari hal-hal sederhana seperti menjaga lingkungan bersama,” ujarnya
Dengan terselenggara kegiatan ini, tambah Adi Supraja, pihaknya berharap semangat kebangsaan yang ditanamkan oleh Bung Karno tetap hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat masa kini. Terutama dalam menjaga alam dan membangun desa secara berkelanjutan. gap
























