Aparat Rajin Operasi, Pelanggar Prokes di Bangli Masih Tinggi

  • Whatsapp
PELANGGAR prokes di Pasar Kidul Bangli saat diberi sanksi menyebutkan sila Pancasila. Foto: ist
PELANGGAR prokes di Pasar Kidul Bangli saat diberi sanksi menyebutkan sila Pancasila. Foto: ist

BANGLI – Dalam 10 hari terakhir sejak 16 November hingga 25 November 2020, Tim Yustisi dari gabungan Polres Bangli, Kodim 1626/Bangli, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Bangli terpaksa menindak 1.056 orang warga yang melanggar protokol kesehatan (prokes). Pelbagai jenis sanksi dijatuhkan, mulai teguran tertulis, lisan, fisik hingga sanksi sosial.

Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, mengatakan, sidak prokes rutin dilakukan tiap hari dengan menyasar tempat-tempat umum. Seperti pasar tradisional, pasar modern, kompleks pertokoan, permukiman, tempat ibadah, jalan raya, objek wisata, dan terminal. ‘’Hari ini pun (kemarin) tim masih bergerak menyasar Jalan Merdeka depan Terminal Loca Crana, termasuk hingga Pasar Kidul,” katanya, Kamis (26/11/2020)

Bacaan Lainnya

Dari evaluasi operasi, dia menyayangkan masih saja ada warga yang melanggar. Padahal sidak prokes tiap hari dilakukan, dibarengi dengan sosialisasi dan imbauan. Kemarin ada empat warga kedapatan melanggar, tiga orang tidak memakai masker, dan satu orang salah memakai masker.

Berdasarkan data di kepolisian, sebutnya, jumlah sanksi teguran lisan sebanyak 501 orang, sanksi tertulis 344 orang, sanksi fisik 80 orang, dan sanksi sosial 128 orang. Sanksi fisik yang dijatuhkan petugas lebih banyak berupa push up atau jongkok bangun. Sementara sanksi sosial berupa menyanyikan lagu Indonesia Raya atau menyebutkan sila Pancasila.

Baca juga :  Mengenang Jakob Oetama: Selalu Tertarik dengan Pemberitaan soal Bali

“Untuk sanksi denda Rp 100 ribu bagi pelanggar belum ada, karena petugas mengedepankan pembinaan dan pendekatan persuasif. Namun, jika ada yang melanggar kembali, akan didenda sesuai aturan,” lugasnya.

Kapolres tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada, karena Covid-19 masih ada di sekitar kita. Masyarakat diajak tetap mematuhi protokol kesehatan agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19, dengan selalu memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan selalu menjaga jarak minimal satu meter saat berinteraksi dengan orang lain. “Atau jauhi kerumunan,” pesannya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.