Antisipasi Bencana, BPBD Buleleng Siapkan Biaya Sewa Alat Berat

  • Whatsapp
Ida Bagus Suadnyana. Foto: ist
Ida Bagus Suadnyana. Foto: ist

BULELENG – Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), rata-rata hujan akan jatuh di Buleleng pada awal bulan Desember. Melihat topografi wilayah dan pengalaman sebelumnya, Buleleng rawan akan bencana banjir dan longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mulai mengambil langkah antisipasi menghadapi bencana. Sebagai bentuk persiapan upaya antisipasi bencana alam yang kemungkinan akan terjadi, BPBD Buleleng menyiapkan anggaran biaya sewa alat berat sebesar Rp50 juta untuk menangani bencana. Pasalnya sejauh ini BPBD Buleleng belum memiliki alat berat.

Bacaan Lainnya

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, mengatakan, sarana penunjang seperti alat berat yang belum dimiliki BPBD Buleleng karena biaya pemeliharaan yang cukup besar serta perlu operator khusus. Berdasarkan petunjuk pusat, BPBD diminta menyewa alat berat. Sebab alat berat hanya digunakan sewaktu-waktu saja.

“Sudah dipersiapkan, soal persiapan alat berat yang sebenarnya kami belum punya, sehingga petunjuk pusat lebih baik kami menyiapkan biaya sewa dan kami sudah anggarkan Rp50 juta,” kata Suadnyana, belum lama ini.

Selain persiapan tersebut dalam menghadapi kemungkinan bencana alam nanti, BPBD Buleleng juga akan melibatkan TNI dan Polri dengan menggelar pelatihan kesiapsiagaan di Lapangan Ngurah Rai (Taman Kota Singaraja) dalam waktu dekat ini. “Kalau dilihat kesiapsiagaan, kami sudah siap karena bencana alam itu setiap tahun terjadi,” ujar Suadnyana.

Baca juga :  Rapid Test Agar Legislator Sehat Turun ke Konstituen

Persiapan itu dilakukan sebagai upaya antisipasi, mengingat posisi wilayah Kabupaten Buleleng yang hampir semua titik kemiringannya menjadi titik rawan bencana alam, terutama di daerah perbukitan dari ujung barat Buleleng sampai ke timur. Diakui Suadnyana, bencana yang paling rawam terjadi di Buleleng adalah tanah longsor dan banjir.

BPBD Buleleng telah melakukam kerja sama dengan DLH termasuk PLN, TNI, Polri untuk mengambil langkah-langkah dalam mengantisipasi bencana tersebut. “Kami selalu siap siaga untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi seperti di tahun 2017 terjadi banjir dan longsor besar yang tidak kami duga terjadi di beberapa wilayah di Buleleng seperti di Tejakula, lalu di Kecamatan Gerokgak. Kami sudah antisipasi semuanya,” pungkas Suadnyana. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.