POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., kembali dipercaya menahkodai PGRI Kota Denpasar. Ia terpilih secara aklamasi menjadi Ketua PGRI Kota Denpasar periode 2024-2029 dalam Konferensi Kota (Konkot) PGRI Denpasar XXIII yang digelar di aula SMPN 2 Denpasar pada Sabtu (11/1/2025).
Konkot PGRI Kota Denpasar dibuka Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mewakili Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Dalam “kabinetnya” Suarya didampingi Wakil Ketua; Ni Nengah Sujani dan Made Arka; Sekretaris, Ishaq Jafar Nasution, S.Pd., MM.; Bendahara, I Ketut Gede Adi Trisna Sugara, ST., M.Pd. Pelantikan dilakukan Ketua PGRI Bali, Dr. Ir. I Gusti Ngurah Eddy Mulya, S.E.,M.Si.
Ketut Suarya adalah anak desa yang memiliki karier cemerlang. Kesuksesan Ketut Suarya di karirnya saat ini, tentu tidak mudah didapatkan olehnya. Lahir di keluarga petani di lingkungan Banjar Riang Ancut, Riang Gede, Tabanan, ia mengaku terbiasa bekerja keras dan berjuang, hingga akhirnya mencapai apa yang diinginkan olehnya.
“Ini adalah sebuah kepercayaan. Mudah-mudahan saya bisa memperjuangkan semua keinginan para guru di Kota Denpasar yang jumlahnya hampir 8.000 orang,’’ ujar Suarya.
Suarya mengawali karir sebagai guru SMP PGRI 1 Badung kini SMP PGRI 6 Denpasar pada 1982. Seiring perjalanan waktu, suami Ni Nyoman Nuraini ini mendapat kepercayaan sebagai Kepala SMK PGRI 4 Denpasar sejak tahun 2007 sampai saat ini.
Di organisasi PGRI Kota Denpasar, orang tua dari Putu Puja Sastrawan dan Ni Kadek Pradnya Paramita ini sebelumnya dipercaya sebagai bendahara hampir 10 tahun. Suarya menyebut, walau dirinya mempunyai kesibukan sebagai Kepala SMK PGRI 4 Denpasar, hal itu tidak akan menjadi penghalang atau masalah baginya untuk memperjuangkan nasib para guru yang ada di Kota Denpasar.
“Dalam sebuah organisasi itu kan ada pengurus yang bisa membantu, jadi tidak akan mengganggu tugas saya sebagai kepala sekolah. Bahkan saya akan memperjuangkan nasib guru untuk lebih baik. Sekali lagi ini adalah kepercayaan rekan-rekan guru di Kota Denpasar,’’ ujar pria kelahiran 31 Desember 1961 ini.
Suarya mengakui, belum semua guru di Denpasar masuk anggota PGRI. Untuk itu, ia akan turun ke cabang dan ranting untuk merangkul guru yang tercecer agar mau masuk PGRI. Sebab, kata dia, aturan mengharuskan guru mesti masuk organisasi profesi. Selain itu, sambil menggali aspirasi dan masalah guru. Ini ia sebut sebagai langkah program konsolidasi internal dan eksternal.
Suarya mengakui kerja sama PGRI Kota Denpasar dengan Pemkot Denpasar dan Disdikpora Kota Denpasar, sangat luar biasa. Ini bisa dilihat iklim pendidikan kondusif. Ini berkat perjuangan guru yang didukung Pemkot Denpasar.
Dia berjanji, PGRI akan memastikan hak-hak guru bisa diterima dengan baik serta aspirasi guru tersampaikan. Makanya, sosialisasi advokasi tentang AD/ART PGRI, pendataan dan mengadakan roadshow ke cabang-cabang akan terus digenjot. tra
























