Aksi Bagi Masker Salam Dihalangi, Bawaslu Mataram Jadwalkan Klarifikasi Korban Pengancaman

  • Whatsapp
HASAN Basri. Foto: fahrul
HASAN Basri. Foto: fahrul

MATARAM – Bawaslu Mataram mendalami materi terkait insiden pelarangan kampanye yang kembali menimpa tim pemenangan paslon Pilkada Mataram nomor urut 2, Putu Selly Andayani-TGH. Abdul Manan (Salam), saat membagikan masker di Pasar Karang Sukun, Mataram, Minggu (15/11/2020) lalu. Pada pekan ini Bawaslu akan mengundang pihak yang merasa diancam untuk menjelaskan kronologinya, agar Bawaslu bisa utuh melihat konstruksi masalah. Hal itu diutarakan Ketua Bawaslu Mataram, Hasan Basri, Selasa (17/11/2020).

Menurut Hasan, kendati belum ada yang resmi melapor ke Bawaslu, dia mengaku tahu kejadian itu karena viral di media sosial dan grup Whatsapp beberapa hari terakhir. Karena belum ada keterangan para pihak, dia tidak berani menyimpulkan apakah insiden itu masuk ranah pelanggaran atau ranah administrasi semata Hasan. Senin (16/11/2020) dan Selasa (17/11/2020) Bawaslu rapat internal untuk membahas peristiwa tersebut.

Bacaan Lainnya

Jika kemudian ditemukan ada pelanggaran administratif, dia berkata rekomendasi Bawaslu akan diteruskan ke pemangku kepentingan terkait. Misalnya ada ASN tidak netral akan diteruskan ke KASN. Ketika terkait tindak pidana pelanggaran pemilu, maka akan diteruskan ke Sentra Gakkumdu. “Yang jelas menghalang-halangi kegiatan kampanye tidak dibolehkan. Pelarangan itu dapat dipidana penjara,” tegasnya.

Baca juga :  Tamu Sepi, Okupansi Hotel di Buleleng Hanya 5 Persen

Kepada seluruh kandidat dan tim pemenangannya, Hasan mengingatkan untuk tidak melakukan tindakan menghalang-halangi kampanye. Bawaslu juga menyosialisasikan hal serupa kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Keempat paslon itu merupakan putra-putri terbaik Kota Mataram, dan mereka berhak kampanye di mana saja di Kota Mataram. Kecuali di tempat yang memang dilarang seperti tempat ibadah. “Jangan karena beda pilihan, lalu menghalang-halangi kegiatan kampanye,” tegasnya.

Untuk diketahui, pelarangan kampanye bagi-bagi masker paslon Salam terjadi pada Minggu (15/11). Saat itu, kendaraan ambulans Gudek milik paslon Salam didatangi sejumlah orang ketika parkir. “Kendaraan kami semula diminta tidak parkir di area parkir pasar, alasannya tidak ada tempat,” kata Imam Budi Gunawan, koordinator Ambulans Gudek, Selasa (17/11/2020).

Imam dan anggota tim lalu bergeser keluar areal parkir pasar, tapi kembali dilarang. Kali ini lebih jelas, yakni dilarang kampanye di pasar itu, termasuk membagikan masker kepada para pengunjung pasar. Alasan yang melarang, pasar itu menjadi basis dukungan salah satu pasangan calon yang bermukim di lingkungan dekat Pasar Karang Sukun.

Sempat terjadi adu argumen sampai sejumlah polisi hadir. Dikawal polisi, ambulans masuk area parkir pasar, dan kampanye simpatik membagikan masker kepada para pengunjung pasar dapat dijalankan. Tim kampanye Salam membacakan pesan Selly Andayani terkait penegakan protokol kesehatan, dan agar masyarakat selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.  “Tentu kami sangat menyesalkan aksi pelarangan kampanye seperti yang kami alami di Pasar Karang Sukun masih terjadi,” kata Imam.031

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.