Agustus 2022, Pemilih NTB 3,76 Juta Orang, KPU Temukan Pemilih Hidup Terdata Meninggal

KETUA KPU NTB, Suhardi Soud (kiri), saat membuka Forum Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan yang melibatkan seluruh unsur KPU se-NTB dan stakeholder terkait, Sabtu (3/9/2022) malam. Foto: ist

MATARAM – Proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan masih berlanjut dijalankan KPU. Untuk di NTB, hingga akhir Agustus 2022, jumlah pemilih mencapai 3,76 juta orang.

“Kami sudah selesaikan (untuk bulan Agustus), dan memang ada keunikan-keunikan,” ujar Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, di sela-sela acara Forum Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan yang melibatkan seluruh unsur KPU se-NTB dan stakeholder terkait, Sabtu (3/9/2022).

Bacaan Lainnya

Menurut Suhardi, keunikan terungkap setelah dilakukan pengecekan dengan merujuk hasil komparasi data Kementerian Dalam Negeri dan KPU. Dari data yang ada, disebut orangnya meninggal. Namun, setelah dilakukan pengecekan di lapangan, ternyata yang bersangkutan masih hidup.

Padahal data itu, lanjut Suhardi, dilengkapi data pendukung atau bukti meninggal. Sayang, masih saja ditemui ada yang tidak sesuai. “Itulah fakta yang sudah kami temui. Akhirnya kami sampaikan masih hidup dan masuk dalam daftar pemilih (ke pusat),” tegasnya.

Suhardi berujar hal lain yang juga ditemukan adalah dari sisi alamat yang tidak valid. Hal ini diduga berkaitan dengan kepentingan pendidikan putra-putri pemilih. Mungkin ada kaitannya dengan zonasi sekolah dan lain sebagainya, tercatat di alamat sebelumnya sebagai daftar pemilih, ternyata sudah pindah alamat.

Yang rutin ditemui adalah munculnya nama pemilih di beberapa tempat, padahal seharusnya setiap nama dengan nomor NIK itu memilih di satu tempat. “Tapi prinsipnya kami ingin data pemilih ini yang mutakhir, komprehensif, dan terbaru,” ucap Suhardi.

Hingga akhir Agustus 2022, sambungnya, jumlah pemilih di NTB tercatat di angka 3,76 juta. Nantinya, angka ini akan terus berubah sesuai dengan mobilitas penduduk, masuknya usia memilih, dan penyebab lainnya. “Ya naik turunlah,” tandas Suhardi Soud. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses