80 Peserta Magang ke Jepang Mulai Diberangkatkan

KADIS Nakertrans NTB, Gede Putu Aryadi (tengah); bersama Ketua LPKS Bali, Tosha Lombok, Kochi Abdurahman, saat melepas puluhan peserta magang yang akan diberangkatkan ke Jepang, Rabu (13/4/2022). Foto: ist

MATARAM – 80 orang peserta program magang ke Jepang asal Provinsi NTB mulai diberangkatkan. Para peserta magang kali ini diharapkan meneladani atau mencontoh para alumni program magang ke Jepang yang rerata telah menjadi insan yang sukses sekembalinya dari Negeri Sakura.

‘’Para alumni magang Jepang, kini banyak sukses, karena sejak dini mereka ditempa dengan sikap disiplin dan tekun bekerja. Disiplin dan jujur adalah modal dasar meraih sukses,’’ ucap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Gede Putu Aryadi, , Rabu (13/4/2022).

Bacaan Lainnya

Aryadi berkata, program magang ke Jepang memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan program magang lainnya. Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman kerja untuk membentuk SDM kompeten dan profesional.

Menariknya, Pemerintah Jepang memberikan uang saku dan juga modal usaha selama proses magang. ‘’Jadi, ini sangat membantu dari sisi biaya,’’ kata mantan Kadis Kominfotik NTB ini.

Aryadi meminta pada seluruh peserta untuk senantiasa menjaga nama baik dengan menunjukkan disiplin. ’’Jaga sikap, jaga karakter, dan jaga iman,’’ pintanya.

Ia menambahkan, bahwa tujuan ke Jepang bukan semata menimba ilmu, mencari pengalaman, dan menambah wawasan atau sekadar belajar berkomunikasi dan berinteraksi dengan dunia luar semata. Melainkan lebih dari itu, menjadi duta bangsa membawa kabar baik tentang Indonesia dan pesona NTB di dunia internasional.

Baca juga :  Catat! Cuaca Buruk, BPBD Bangli Ingatkan Warga Waspada

Oleh karena itu, lanjut Aryadi, pihaknya mengapresiasi BNI yang sudah memfasilitasi dalam bentuk memberikan KUR terkait pembiayaan. KUR ini meringankan untuk biaya keberangkatan.

‘’Mereka berangkat dengan KUR, saya harap mereka sungguh-sungguh bekerja. Begitu berangkat harus berdoa dan optimis. Yakin Anda berhasil. Jangan sia-siakan kesempatan ini,’’ papar Aryadi.

Dia berharap pada pemerintah kabupaten dan kota di NTB untuk terus mengawal proses magang ini, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. ‘’Keberangkatan ke luar negeri apapun bentuknya, mau magang atau menjadi CPMI harus sesuai prosedur,’’ tandas Aryadi.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Bali Tosha Lombok, Kochi Abdurahman, mengatakan kegiatan ini bisa memberikan contoh bagi LPKS-LPKS lain ke depan.

‘’Alhamdulillah job order terus masuk. Mudah-mudahan ke depan LPKS ini semakin terkenal di tingkat nasional dan semakin terkenal di Jepang,’’ ujar Abdurahman seraya berharap peserta magang ke Jepang mampu menjaga nama baik dengan cara menunjukkan etos kerja. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.