Viral Injak Bahu Siswa, Kepala SMAN 3 Amlapura Dicopot dari Jabatannya

KEPALA Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, IKN Boy Jayawibawa. Foto: ist

DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali memberi sanksi tegas untuk Kepala SMAN 3 Amlapura, IKS yang videonya viral menginjak bahu siswa yang sedang menjalani sanksi push up.

Disdikpora Bali memutuskan memberhentikannya sebagai kepala sekolah. Statusnya kini menjadi guru biasa dan segera dipindahkan ke sekolah lain.

Bacaan Lainnya

Kepala Disdikpora Provinsi Bali, IKN Boy Jayawibawa, mengungkapkan, keputusan memberhentikannya sebagai kepala sekolah setelah dilakukan klarifikasi yang bersangkutan di Disdikpora Bali.

Yang bersangkutan mengakui perbuatannya. ‘’Selasa (12/4/2022) sore dia datang ke kantor Disdikpora. Rupanya dia menunggu di depan,’’ ungkap Boy, Rabu (13/4/2022).

Dia menjelaskan, keputusan itu setelah melalui pertimbangan yang sangat matang dan per Rabu (13/4/2022) yang bersangkutan dikembalikan menjadi guru biasa.

Menurutnya, IKS akan dimutasi ke sekolah lain. Jadi tidak mengajar lagi di SMAN 3 Amlapura. ‘’Kita akan segera carikan. Yang jelas bukan lagi di sekolah itu,’’ ujar Boy.

Boy menegaskan, langkah ini menjadi hikmah bagi sekolah lain agar dalam mendisiplinkan siswa lebih ke arah edukasi, bukan mengarah pada kekerasan. ‘’Keputusan membebastugaskan yang bersangkutan telah dilaporkan kepada Bapak Gubernur, dan sudah ditandatangani,’’ tandas Boy.

Diwartakan sebelumnya, sepotong video tentang seorang guru yang belakangan diketahui sebagai kepala sekolah berinisial IKS menginjak bahu seorang siswa yang sedang menjalani sanksi push up menjadi viral di media sosial.

Baca juga :  Giriasa Janji Tetap Perhatikan Agama, Adat dan Budaya Masyarakat Badung

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di SMAN 3 Amlapura, Desa Seraya, Karangasem. Tampaknya video berisi aksi tak terpuji tersebut juga sudah diketahui Kepala Disdikpora Bali, IKN Boy Jayawibawa. Boy lantas memanggil IKS untuk meminta klarifikasi mengenai video yang viral itu.

Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 3 Amlapura, I Gusti Made Ngurah, Selasa (12/4/2022) mengatakan, kejadian itu tidak terlepas dari adanya pelanggaran aturan kedisiplinan oleh siswa di sekolah. Antara lain siswa berambut panjang.

Sudah diingatkan untuk memotong rambut, tapi belum juga dilaksanakan. Kemudian dibuatlah kesepakatan antara Kepala Sekolah dan guru dengan siswa di kelas beberapa hari lalu. “Jika masih melanggar bagaimana? Push up 10 kali, ini permintaan dari anak-anak, bukan dari pihak guru,” jelasnya.

Kemudian pada Senin (11/4/2022), saat dicek secara acak ke setiap kelas, ternyata masih banyak siswa melanggar tata tertib sekolah. Akhirnya kepala sekolah mengambil sikap mengumpulkan siswa yang melanggar tersebut, 75 persen kelas dicek

“Langsung siswa disuruh push up, dan spontan ada siswa yang merekam lewat video. Tujuannya hanya merekam untuk mengingatkan bahwa mereka terkena hukuman push up, spontan juga ada aksi (guru) seperti yang viral itu,” terangnya.

Pihak sekolah, ulasnya, sudah rapat internal dipimpin Kepala Sekolah untuk mengklarifikasi serta minta maaf kepada keluarga siswa yang ada dalam rekaman tersebut. Rapat juga mengundang Ketua Komite Sekolah. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.