8 Sekolah di Jembrana Tergenang Banjir

KEPALA Disdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra. Foto: ist

JEMBRANA – Sebanyak delapan sekolah di Jembrana terdampak banjir yang menggenangi ruang kelas, sehingga proses belajar-mengajar dilakukan secara daring, Senin (24/10/2022).

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana, ada delapan SD Negeri terdampak banjir yang tersebar di empat kecamatan kecuali Kecamatan Pekutatan. Di Kecamatan Melaya tercatat ada tiga SDN terdampak banjir yakni SDN 1 di Desa Melaya, SDN 3 dan SDN 1 di Desa Candikusuma.

Read More

Di Kecamatan Negara ada dua sekolah yakni SDN 1 di Desa Kaliakah dan SDN 5 Desa Baluk. Selanjutnya di Kecamatan Jembrana, SDN 1 Kelurahan Loloan Timur, dan SDN 2 Kelurahan Sangkaragung. Terakhir di Kecamatan Mendoyo, SDN 9 Penyaringan di Desa Penyaringan terendam banjir.

“Ada sekolah yang dilaporkan ke kami, sehingga mereka saat ini melaksanakan proses belajar-mengajar secara daring,” kata I Gusti Putu Anom Saputra, Kepala Disdikpora Jembrana.

Lebih lanjut Anom mengatakan, dari delapan sekolah yang dilaporkan kebanjiran, umumnya ruang kelas tergenang air dengan ketinggian 60 sampai 70 centimeter. Selain itu ada juga bagian tembok penyengker sekolah ambruk.

Untuk sekolah yang tembok penyengkernya runtuh, terjadi di SDN 1 Melaya sepanjang 20 meter, dan SDN 3 Candikusuma sepanjang 20 sampai 30 meter. Tembok penyengker tersebut merupakan tembok lama, tidak bertulang besi, dan dalam kondisi sudah miring.

“Kondisinya memang sudah miring semuanya, jadi begitu ada banjir langsung jebol. Kalau di SDN 1 Loloan Timur memang sudah jebol, yang jebol karena banjir cuma dua itu,” tegasnya.

Dia mendaku ruang kelas sebenarnya semua aman. Namun, karena sempat kemasukan air, makanya tidak bisa melaksanakan proses belajar-mengajar di kelas. Di grup WA sudah disampaikan, kata dia, bagi sekolah yang tidak bisa melaksanakan belajar tatap muka, disilakan dilakukan secara daring. Kalau memang tidak bisa, jangan dipaksakan daripada anak-anak sakit.

Menurutnya banjir beberapa hari lalu merupakan yang terbesar, karena sekolah yang dulu tidak pernah kebanjiran malah sekarang tergenang air. Malah air masuk ke ruang kelas setinggi lutut orang dewasa.

“Sekolah tetap buka, tapi tidak ada siswa yang sekolah. Ini banyak laporan masuk. Ya kita maklumi, daripada anak-anak sakit, juga proses belajar-mengajar tidak bisa dilaksanakan,” pungkasnya. man

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.