POSMERDEKA.COM, BANGLI – Menindaklanjuti program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Pemkab Bangli meluncurkan “Kampung Keluarga Berkualitas Milik Kita Bersama” di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Rabu (14/6). Tahun 2016 di Bangli terbentuk 17 desa yang menyandang predikat Kampung Keluarga Berkualitas, dan tahun 2023 ini ada 51 dari 68 desa yang ikut berkomitmen menjadi Kampung Keluarga Berkualitas
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, berkata Kampung Keluarga Berkualitas berperan dalam mengawal pembangunan sumber daya manusia berkualitas melalui pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga. “Keluarga bahagia, tenteram dan mandiri bisa melahirkan generasi unggul, berkualitas, memiliki karakter dan dapat berkontribusi pada pembangunan daerah,” ujarnya.
Membangun Kampung Keluarga Berkualitas, beberapa permasalahan harus bisa diatasi. Salah satunya penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Untuk menuntaskan ini, dia merasa perlu pendekatan universal, serta diperlukan komitmen dan kerja sama berbagai komponen seluruh tingkatan, baik pemerintah daerah hingga ke desa-desa. Juga keterlibatan sektor usaha, akademisi, termasuk lembaga swadaya masyarakat. Jadi, tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja.
Dalam upaya membangun sinergitas dan konvergensi lintas sektor dalam pembangunan keluarga, terangnya, Presiden menerbitkan Inpres tentang optimalisasi keluarga penyelenggaraan kampung berkualitas. Dalam Inpres ini, berbagai program dan kegiatan yang menyasar keluarga dapat dilaksanakan secara optimal, dengan memanfaatkan data dan sumber daya yang tersedia di masing-masing sektor. “Kampung Keluarga Berkualitas merupakan salah satu program prioritas nasional sebagai upaya pemberdayaan, juga penguatan keluarga, di tingkat desa dan kelurahan,” terangnya.
Di Kabupaten Bangli, tahun 2016 terbentuk 17 desa yang menyandang predikat Kampung Keluarga Berkualitas. Tahun 2023 ini, urainya, ada 51 dari 68 desa ikut berkomitmen menjadi Kampung Keluarga Berkualitas. ”Pemkab Bangli siap mendukung penuh pelaksanaan program ini, sebagai salah satu penguatan komitmen pemerintah dalam membentuk keluarga berkualitas,” jaminnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih, menambahkan, Kampung Keluarga Berkualitas yang awalnya adalah kampung keluarga berencana, merupakan salah satu program prioritas nasional. Tujuannya pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga di tingkat desa dan kelurahan, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dilakukan secara terintegrasi dan konvergen antarlintas sektor.
Dia sangat mengapresiasi Pemkab Bangli yang sigap memberi tambahan pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas baru sebanyak 51 desa. Ini menambah persentase capaian target Kampung Keluarga Berkualitas Provinsi Bali menjadi 43,65 persen. Sesuai dengan peta jalan Kampung Keluarga Berkualitas yang ditetapkan BKKBN, diharapkan pada akhir 2024 sebanyak 636 Kampung Keluarga Berkualitas terbentuk di seluruh desa/kelurahan di Bali.
Oleh karena itu, sambungnya, komitmen dan peran serta pemerintah daerah dan sektor-sektor terkait sangat diharapkan. “Melalui pertemuan ini, Kampung Keluarga Berkualitas diharapkan dapat memberi dampak signifikan terhadap program-program untuk mewujudkan keluarga berkualitas,” tandasnya. gia
























