260 Orang Dicoret dari Daftar Pemilih di Denpasar, Pemkot Diminta Imbau Warga Tertib Administrasi

  • Whatsapp
DEWA Ayu Sekar Anggaraeni (pegang mik) menjelaskan PDPB yang dijalankan KPU Denpasar dalam rakor bersama para pengampu kepentingan, Kamis (24/6/2021). Foto: ist
DEWA Ayu Sekar Anggaraeni (pegang mik) menjelaskan PDPB yang dijalankan KPU Denpasar dalam rakor bersama para pengampu kepentingan, Kamis (24/6/2021). Foto: ist

DENPASAR – Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di Kota Denpasar menyebabkan sedikitnya 260 warga harus dicoret dari daftar pemilih. Setelah ditelusuri, nama-nama yang sebelumnya termasuk dalam daftar pemilih itu ternyata sudah meninggal. Data tersebut terungkap saat Rakor PDPB tahun 2021 di KPU Denpasar, Kamis (24/6/2021).

Selain komisioner KPU, rakor tersebut juga dihadiri Bawaslu Denpasar, Disdukcapil Denpasar, Polresta Denpasar, Kodim 1611/Badung, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Denpasar, para camat, dan partai politik di Denpasar. Pelibatan para stakeholder dan masyarakat itu untuk mendapat tanggapan, masukan, verifikasi dan validasi data yang dilakukan Disdukcapil Denpasar. “Dasar dari PDPB bulan Juni 2021 adalah Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) bulan Mei 2021 sejumlah 444.632 pemilih,” terang Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, usai rapat.

Bacaan Lainnya

Dari pemutakhiran data, jelasnya, terdapat tambahan pemilih baru dari purnawirawan Polri sebanyak dua orang, purnawirawan TNI sejumlah empat orang, penduduk pindah datang sejumlah sembilan pemilih. Kemudian dari tanggapan dan masukan masyarakat melalui link(tautan) google form pemilih pemula (pelajar SMA/SMK usia 17 tahun) sebanyak 222 pemilih. Dengan begitu, sambungnya, total pemilih baru yang ditambahkan ke dalam DPB bulan Juni 2021 sejumlah 237 pemilih.

Baca juga :  Dukung Selly-Manan, TSM Telusuri Alumnus Nurul Hakim di Mataram

Komisioner KPU Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggaraeni, menambahkan, pencoretan pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) karena meninggal sebanyak 260 orang. Data tambahan lainnya, pemilih yang pindah keluar Kota Denpasar ada Sembilan orang. Total pengurangan pemilih TMS dalam DPB bulan Juni 2021 sebanyak 269 pemilih.

“Jadi, DPB bulan Juni 2021 sejumlah 444.600 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 219.266 orang dan pemilih perempuan sebanyak 225.334 orang. Tanggapan dan masukan masyarakat berupa pendaftaran pemilih baru, perbaikan elemen data, dan pencoretan pemilih TMS dapat disampaikan secara langsung dengan mengisi formulir yang tersedia di kantor KPU Kota Denpasar. Dapat juga secara daring,” jelasnya.

Untuk penyempurnaan DPB, Bawaslu minta Pemkot Denpasar untuk gencar mengimbau warganya agar tertib administrasi. Berdasarkan data pemilih baru yang ditambahkan KPU, yang berasal dari pemilih DPTb atau pemilih yang tidak terdaftar di DPT tapi memilih dengan menggunakan KTP elektronik saat Pilkada Denpasar, setelah diuji petik memang tidak lagi tinggal di alamat KTP. “Kadus dan kaling juga tidak tahu keberadaan yang bersangkutan,” Putra Wiratma, komisioner Bawaslu Denpasar.

Masukan dari Disdukcapil, para purnawirawan Polri dan TNI dan mereka mereka yang kemudian alih status menjadi anggota TNI/Polri diminta melakukan pemutakhiran status ke kantor Disdukcapil. Sementara perwakilan Dinas PMD mengucapkan terima kasih kepada KPU karena membantu menyediakan data pemilih untuk Pilkel di Denpasar.

Baca juga :  Penyebaran Covid-19 Meningkat, Gubernur Koster Keluarkan SE

“Terima kasih kepada para stakeholder yang membantu memberi data-data yang dibutuhkan dalam PDPB ini. Rakor akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali untuk persiapan penyusunan data pemilih Pemilu dan Pilkada Serentak 2024,” pungkas Arsajaya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.