22 Pasien Corona di Buleleng Dinyatakan Sembuh

  • Whatsapp

BULELENG – Perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Buleleng menunjukkan hasil menggembirakan. Tercatat pada Selasa (25/8) sebanyak 22 orang pasien Covid-19 dinyatakan sembuh. Hal ini disampaikan Humas GTPP Covid-19 Buleleng, Ketut Suweca, yang menjabat Kepala Diskominfosanti Buleleng.

Namun demikian, kasus terkonfirmasi baru masih tetap ada. “Ada 8 kasus terkonfirmasi baru, 5 berasal dari Kecamatan Buleleng, 2 dari Kecamatan Tejakula, dan Kecamatan Kubutambahan 1 orang,” ujar Suweca.

Secara kumulatif di Buleleng jumlah kasus terkonfirmasi positif sebanyak 319 orang, dengan rincian dinyatakan sembuh ada 279 orang, meninggal 3 orang, sedang dirawat 37 orang. Untuk kasus suspek kumulatifnya sebanyak 548 orang, suspek konfirmasi 145 orang, discarded 244 orang, suspek masih dipantau 146 orang, probable ada 13 orang.

Baca juga :  Bhayangkari Cabang Bangli Bagikan Seratus Paket Sembako

Selain itu, permohonan surat keterangan (suket) tempat ibadah aman Covid-19 yang diajukan bertambah sebanyak 1 permohonan. Total permohonan suket hingga saat ini 135 permohonan. Untuk suket yang ditandatangani berjumlah 125 permohonan dan permohonan yang masih dievaluasi ada 43 permohonan.

Di sisi lain, RSUD Buleleng saat ini bisa dikatakan menjadi klaster baru penyebaran virus Corona atau Covid-19. Dari data yang diperoleh, ada sebanyak 39 orang tenaga kesehatan beserta staf di RSUD Buleleng tepapar Covid-19 sejak bulan Agustus. Dari total itu, 36 orang dinyatakan sembuh. Sisanya masih dirawat. Melihat hal itu, tidak dapat dipungkiri bahwa RSUD Buleleng kini menjadi klaster penyebaran virus Corona.

Baca juga :  Ini Mantra ala Merry Riana saat Beradaptasi Kebiasaan Baru yang Aman Covid-19 dan Produktif

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, tidak menampik hal itu. Ia menerangkan, dalam aturan revisi kelima yang sudah dikeluarkan Kemenkes RI bahwa pasien yang dirawat di rumah sakit hanya yang punya gejala sedang dan berat, sehingga diputuskan menjadikan ruang Lely dan Mahotama di RSUD Buleleng menjadi tempat perawatan pasien Covid-19.

Sementara itu, RS Pratama Giri Emas hanya dijadikan cadangan. Jika nanti pasien Covid-18 di RSUD Buleleng membeludak, maka dibawa ke RS Pratama Giri Emas. Mengingat peralatan medis di sana belum optimal untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala sedang, berat hingga memiliki penyakit penyerta.

“Tidak mungkin tidak jadi klaster, karena tim medis melayani pasien. Begitu menerima pasien di IGD, lalu tertular dan menular lagi ke nakes lain. Walaupun sekarang terpapar, besok sembuh, kemudian kerja lagi, akan berpeluang tertular lagi karena melayani pasien. Jadi, secara dinamis rumah sakit tetap jadi klaster,” kata Suyasa.018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.