GIANYAR – 1.850 hotel dan restoran di Kabupaten Gianyar mendapatkan bantuan dana hibah dari pemerintah pusat. Bantuan diberikan kepada hotel dan restoran yang sudah membayar pajak pada 2019. Total nilai bantuan yang disalurkan sebanyak Rp135 miliar.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar, Ngakan Ketut Jati Ambarsika, mengatakan, hibah ini diberikan Kementerian Pariwisata kepada kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki destinasi unggulan, salah satunya ialah Kabupaten Gianyar. Selanjutnya bantuan ini diberikan kepada hotel dan restoran yang selama ini sudah tertib membayar pajak. ‘’Bantuan diberikan kepada wajib pajak yang sudah membayar pajak,’’ ujar Ngakan Jati Ambarsika, Sabtu (31/10/2020),
Diungkapkan, pihaknya sendiri sudah mendata 1.850 hotel dan restoran yang sudah rutin membayar pajak pada 2019 lalu. Hotel dan restoran yang tidak tercatat membayar pajak, tegas dia, secara otomatis tidak dapat menerima bantuan dana hibah tersebut.
‘’Data hotel dan restoran itu 1.850, mereka yang sudah bayar pajak, kalau mereka tidak bayar pajak ya tidak masuk, ini berdasarkan wajib pajak yang sudah membayar pajak di 2019. Kalau tidak bayar tidak masuk di data base,’’ ungkapnya.
Pemerintah sendiri sudah menyiapkan penghitungan, untuk dana hibah yang diterima setiap hotel dan restoran. Sebab itu setiap hotel dan restoran akan menerima bantuan dengan nilai bervariatif. ‘’Itu nilainya ialah rata- rata dari pembayaran pajak satu tahun, dikali empat, kalau di Gianyar ada yang sampai 3 miliar per subjek, memang ada rumus khusus,’’ jelasnya.
Sementara untuk dana hibah sebesar Rp135 miliar yang digelontorkan ke Kabupaten Gianyar pemanfaatannya masing-masing 70 persen dibagikan sebagai hibah untuk 1.850 hotel dan restoran. Sementara 30 persen dari Rp135 miliar itu akan dikelola lewat APBD. ‘’30 persen kita kelola di APBD untuk kegiatan revitalisasi objek wisata,’’ ujarnya.
Ngakan Jati Ambarsika berharap melalui bantuan dana hibah ini, akan ada peningkatan perekonomian nasional. Apalagi akibat pandemi Covid-19, sektor pariwisata sangat terdampak.
‘’Uang itu biar bergerak, maka dikembalikan lagi kepada hotel dan restoran, sekarang mereka tidak ada tamu, pastilah mereka kesulitan bahkan bisa bangkrut, maka pemerintah mencoba membantu sedikit pembiayaan mereka,’’ jelasnya.
Ditegaskan, dana ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari membantu operasional akomodasi, hingga menggaji karyawan. ‘’Bisa untuk gaji karyawan bisa untuk operasional bayar listrik dan air, sudah ada rinciannya bergantung mereka mana lebih urgen pembiyaan agar tidak bangkrut, kalau untuk konsumsi sendiri jelas tidak boleh,’’ pungkasnya. 011
























