WNA Hingga Oknum PNS Terjaring Langgar Prokes

  • Whatsapp
PETUGAS saat menegur pelanggar prokes di Jalan Mohamad Yamin, Renon, Denpasar, Selasa (19/1/2021). Foto: alt
PETUGAS saat menegur pelanggar prokes di Jalan Mohamad Yamin, Renon, Denpasar, Selasa (19/1/2021). Foto: alt

DENPASAR – Menyikapi perkembangan kasus positif yang semakin massif diawal 2021 ini, Tim Yustisi Provinsi Bali semakin gencar melakukan operasi protokol kesehatan (prokes). Kali ini, tim gabungan dari unsur Satpol PP Provinsi Bali, TNI POM, BPBD, Ditlantas, Yonif B 900, Imigrasi, Yonif 741, pecalang MDA, dan Provost menggelar operasi prokes di Jalan Mohamad Yamin, Renon, Denpasar, Selasa (19/1/2021).

Hasilnya, sembilan pelanggar prokes terjaring. Terdiri dari warga negara asing (WNA) hingga oknum PNS. Delapan di antaranya tidak memakai masker dengan benar, dan satu orang tidak memakai masker sehingga langsung didenda Rp100 ribu. Sementara delapan pelanggar yang tak memakai masker dengan benar, diberikan teguran tentang pentingnya masker untuk menjaga diri agar terhindar dari Covid-19.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Satpol PP Provinsi Bali, Kadek Suartini, menyampaikan, kegiatan ini merupakan rutinitas harian dalam upaya mendisiplinkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, sesuai dengan Pergub No. 46 Tahun 2020 yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp100 ribu bagi perorangan, dan Rp1 juta bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Baca juga :  Polri: Laga Uji Coba Timnas SEA Games bukan Dibatalkan, tapi Ditunda!

“Kami selalu eksis dan tetap melakukan giat mendisiplinkan protokol kesehatan. Bahkan sebelum dilakukannya PPKM yang dilaksanakan mulai tanggal 11-25 Januari 2021. Di mana Satpol PP Provinsi Bali sudah mendahului dari tanggal 9 dan 10 Januari dengan mengadakan patroli protokol kesehatan (prokes),” jelasnya. 

Menurutnya, langkah ini juga untuk menyikapi terkait perkembangan terkonfirmasi positif yang semakin tinggi di Bali. “Menyikapi semakin bertambahnya kasus terkonfirmasi positif, maka pimpinan kami akan melakukan evaluasi pelaksanaan PPKM ini, dan menjelang berakhirnya PPKM tanggal 25 Januari, mungkin kami akan lebih ketat lagi,” tandasnya.

Sementara terkait masih adanya pelanggaran prokes, Suartini mengatakan bahwa ini perlu kesadaran bersama dan saling mengingatkan, demi kebaikan bersama. Kata dia, setiap keluar rumah harus memakai masker.  “Ketika kami menemukan masyarakat di jalan tidak menggunakan masker, kami langsung ambil untuk diberikan pembinaan. Namun jika sama sekali tidak membawa masker, maka kami langsung denda Rp100 ribu,” lugasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.