KARANGASEM – Ratusan wisatawan memadati kawasan Pura Penataran Lempuyang Purwayu dalam beberapa pekan terakhir, dan ini berimplikasi kepada perbaikan ekonomi masyarakat sekitar setelah Covid-19.
Bendesa Adat Purwayu, I Wayan Jati, mengakui ada lonjakan kunjungan wisatawan lokal maupun asing ke DTW Lempuyang. “Beberapa pekan ini ratusan wisatawan datang berwisata, per hari berkisar 800 orang, baik lokal maupun luar negeri,” terangnya, Senin (12/9/2022).
Jati menilai padatnya tingkat kunjungan menjadi berkah bagi warga, sekaligus berkah dari Ida Sesuhunan. Desa Adat selaku pengelola juga membuat inovasi untuk pelayanan kepada para wisatawan. Salah satunya tata cara sistem transportasi angkutan para wisatawan yang mau ke Lempuyang dengan memakai shuttle bus (bus antar-jemput).
“Ada puluhan shuttle bus yang digunakan mengangkut para wisatawan dari parkir Kemuda menuju Lempuyang, begitu juga sebaliknya. Tentu juga melibatkan pemandu wisatawan lokal dari warga setempat,” paparnya.
Selain itu, sambungnya, ada beberapa fasilitas lain seperti kamben serta selendang untuk aksesoris wisatawan yang akan memasuki areal Pura. Mereka dikenai retribusi per orang Rp55 ribu untuk wisatawan asing, dan Rp30 ribu untuk wisatawan lokal.
Dari pantauan, wisatawan asing memang nampak banyak berkunjung ke Purwayu. Bale gong di areal jaba tengah pura dipenuhi para wisatawan berteduh untuk istirahat, ada juga yang swafoto di candi pura tersebut. nad
























