Waspada “Tsunami” Corona India, Budaya Mirip, Legislatif Ingatkan Rentan Terjadi di Bali

  • Whatsapp
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menjura saat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai dalam kunjungan kerja di Bali, Desember 2020 lalu. Adanya "tsunami" Corona di India patut diwaspadai semua pihak di Bali, karena Bali direncanakan uji coba pariwisata internasional pada Juni atau Juli mendatang. Foto: ist
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menjura saat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai dalam kunjungan kerja di Bali, Desember 2020 lalu. Adanya "tsunami" Corona di India patut diwaspadai semua pihak di Bali, karena Bali direncanakan uji coba pariwisata internasional pada Juni atau Juli mendatang. Foto: ist

DENPASAR – Terjadinya “tsunami” Covid-19 di India bukan mustahil terjadi di Bali meski dalam skala tidak semasif di India. Budaya masyarakat India yang suka berkumpul untuk kebutuhan sosial mirip dengan kondisi Indonesia, terutama Bali, rentan menjadi salah satu pemantik. Jika tidak diwaspadai, kondisi serupa bukan hal mustahil terjadi di Bali.

Anggota Komisi 4 DPRD Bali, I Ketut Suryadi, mengajak semua elemen di Bali untuk menjadikan musibah di India tersebut sebagai pelajaran berharga. Satu di antara sejumlah faktor penyebab ledakan kasus positif harian yang mencapai 350 ribu itu, kata dia, yakni tingkat kepadatan penduduk di India. “Kondisi di kita kan sama, terutama di daerah Jawa dan Bali. Makanya tidak bisa ditawar lagi, imbauan pemerintah untuk protokol kesehatan harus dibarengi dengan sosialisasi ke basis-basis publik,” ucap mantan Ketua DPRD Tabanan tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sosialisasi tentang bahaya Covid-19 juga harus dilakukan bila perlu dengan cara ekstrem. Kata kunci sosialisasinya dijalankan dengan amat sangat saksama, dan dipastikan tersampaikan ke publik. Untuk itu pihak-pihak yang memiliki kompetensi melakukan aksi nyata. “Harus dengan aksi, pemangku kebijakan tidak cukup dengan imbauan-imbauan saja. Dari atas sampai bawah mesti bahu-membahu bangun sinergitas dengan orientasi dan komitmen yang sama,” lugas politisi PDIP itu.

Baca juga :  Pasca All England, Tim Bulutangkis Indonesia Jalani Karantina Dua Pekan

Cara ekstrem dimaksud, sambungnya, sosialisasi dan edukasi tentang pemahaman betapa bahaya Covid-19 berikut efek berantainya itu mesti menyentuh sampai ke tingkat banjar di seluruh pelosok. Bahwa selama ini pola itu sudah dijalankan di banyak tempat, dia berujar mesti diulang dengan lebih saksama dan otentik. “Daya dan semangat juang rekan-rekan di Satgas Penangan Covid jangan sampai kendor, bahaya ini,” serunya.

Anggota Komisi 2, Cokorda Gede Agung, juga memberi penilaian atas memburuknya kondisi penanganan Corona di India tersebut. Suka tidak suka, kata dia, Bali mesti memperhatikan itu karena Bali direncanakan membuka pasar pariwisata internasional pada Juni mendatang. Jangan sampai keputusan membuka penerbangan internasional justru menjadi titik masuk varian Corona jenis baru, atau menghadirkan persoalan baru penanganan pandemi. “Karena Bali akan buka pariwisata mancanegara, kita harus waspada betul sekarang melihat perkembangan di India,” ucap Sekretaris Fraksi PDIP tersebut.

Mengenai pembukaan pariwisata internasional, dia mengingatkan agar stakeholder memperhatikan kesiapan infrastruktur skrining awal bagi wisatawan asing di bandara. Selain itu, dia mengingatkan masyarakat jangan abai dengan protokol kesehatan sekalipun sudah divaksin. Antara lain dengan restriksi upacara agama dengan membuat kerumunan. Sebab, dengan efikasi (tingkat kesembuhan) vaksin yang hanya 65 persen, tidak menjamin kebal virus Corona.

“Semua kembali kepada upaya kita semua menjaga Bali tidak ada ledakan kasus baru,” tegasnya.

Baca juga :  Bupati Suwirta Temukan Banyak Reservoir di Nusa Penida Tidak Isi Air

Sekda Provinsi Bali, I Dewa Made Indra, hanya berkomentar singkat saat dimintai komentar atas ledakan kasus di India itu. “Makanya harus disiplin,” jawabnya via Whatsapp.

Dikutip dari CNN Indonesia, India tengah menjadi pusat perhatian global seiring lonjakan kasus Covid-19 yang begitu masif dalam dua pekan terakhir. Negara berpenduduk 1,36 miliar orang itu terus mencetak rekor penambahan kasus harian warga yang terkonfirmasi positif hingga mencapai 350 ribu dalam sehari. Kondisi saat ini sangat ironis, karena pada

awal tahun 2021 India sempat mendapat pujian global, termasuk dari Indonesia. Negara ini berhasil melakukan jumlah tes, penelusuran kontak, juga isolasi yang masif dan signifikan. Selain itu statistik capaian vaksinasi pun cukup tinggi.

Sayang, pelbagai upaya itu malah menjadikan masyarakat India abai terhadap protokol kesehatan. Mereka nekat menggelar ritual keagamaan, dan kelengahan mematuhi protokol pencegahan Covid-19 mewarnai pelbagai aktivitas. hen 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.