GIANYAR – Pembuatan jalan usaha tani dalam program padat karya tunai (PKTD) di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, sangat dirasakan manfaatnya oleh warga setempat. Warga yang kena PHK bisa memanfaatkan peluang tersebut untuk mendapat penghasilan harian.
Perbekel Desa Sayan, I Mande Andika, Selasa (27/4/2021) mengatakan, dalam pengerjaan program jalan usaha tani dilibatkan sedikitnya 34 pekerja. Mereka berasal dari warga Banjar Kutuh, Desa Sayan yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan beberapa ada yang terdampak pariwisata. Dalam program padat karya tunai ini, terangnya, salah satu syarat adalah setengah dari anggaran harus dijadikan upah. Dalam perbaikan jalan usaha tani di Sayan dianggarkan Rp95,546 juta. “Syarat setengah dari itu manjadi upah pekerja, hal ini membantu masyarakat mendapat upah harian,” ungkapnya.
Sebelumnya, kondisi jalan yang diperbaiki itu rusak parah, bahkan warga sering jatuh saat melintas. Mobilitas petani kadang jadi terhambat. Dengan volume 251 meter kubik, panjang jalan usaha taninya mencapai 187 meter. “Pengerjaannya dua bulan, anggaran dari dana desa yang diberi pusat. Upah berbeda-beda, tukang 150 ribu, tukang bongkar 125 ribu, pekerja 100 ribu. Pengerjaan hampir rampung, tinggal 68 meter lagi,” ucapnya menandaskan. adi
























