DENPASAR – Pasangan calon (paslon) Amerta, Ngurah Ambara Putra dan Bagus Kertha Negara, disebut hadir untuk menawarkan perubahan bagi seluruh masyarakat Denpasar. Paslon nomor urut 2 ini mengusung visi-misi Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing itu diyakini bakal mewujudkan perubahan lebih baik dan menjadikan Denpasar sebagai kota metropolitan.
“Kami tidak ingin hanya sertifikat pengakuan yang tidak bisa dinikmati masyarakat. Kami ingin ada program nyata yang langsung menyentuh dan dirasakan masyarakat,” seru Ketua Tim Pemenangan Amerta, Wayan Mariyana Wandhira, Jumat (27/11/2020).
Wandhira mengklaim Amerta menawarkan berbagai perubahan yang berpihak kepada masyarakat kecil. Di antaranya subsidi BPJS kepada pekerja nonformal termasuk pedagang pasar, menyetarakan sekolah swasta dan negeri dengan skema subsidi memanfaatkan CSR, santunan langsung program kelahiran hingga kematian Rp10 juta, serta pelbagai program lainnya. Bagi dia, semua program itu nyata, akan dirasakan dan diterima langsung masyarakat.
Menyinggung sumber dan mekanisme penyaluran, dia berkata anggaran akan diambil dari optimalisasi pendapatan dengan menggali potensi-potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kemudian dilakukan penganggaran sebelum dikucurkan langsung ke masyarakat. Penerimaan PAD akan menerapkan sistem digitalisasi terintegrasi guna mencegah kebocoran,” urai Wakil Ketua DPRD Denpasar tersebut.
Dia buru-buru menguraikan, pemberian bantuan kepada masyarakat itu bukan dalam bentuk hibah bansos yang setiap tahun, tapi dalam bentuk program yang setiap saat bisa dicairkan. Menurutnya, terkadang persepsi salah yang diberikan kepada masyarakat, sehingga termakan isu tersebut. “Sekali lagi ini tidak berupa bansos, tapi program, sehingga kapanpun dan dimanapun bisa direalisasikan,” jelasnya.
Wandhira siap bertanggung jawab untuk menjamin komitmen Amerta mewujudkan Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing. Jika sampai paslon itu ingkar, tindakan tegas niscaya dijatuhkan. Sebagai legislator di Badan Anggaran, jika paslon ingkar maka fraksi yang mengusulkan yang menghukum. “Kami tidak akan memberi hanya janji, tapi bukti kepada masyarakat,” serunya.
Ambara menambahkan, aneka bantuan siap dikucurkan yakni bantuan Rp30 juta per tahun untuk prajuru banjar adat, Rp25 juta per tahun bagi sekaa teruna, Rp 5 juta per tahun untuk PKK, dan Rp5 juta untuk dadia. “Saat ini prajuru banjar mendapat Rp1 juta per bulan, totalnya Rp12 juta per tahun. Kami tingkatkan menjadi Rp30 juta per tahun,” ujarnya.
Dengan digitalisasi tersentralisasi dalam penerimaan pendapat, Bagus Kertha Negara optimis PAD Denpasar mampu menyaingi pendapatan Kabupaten Badung. Menurutnya, Denpasar yang merupakan pusat perekonomian Bali dengan jumlah penduduk kurang lebih 960 ribu jiwa, mestinya memiliki PAD lebih tinggi dari kabupaten lain seperti Gianyar yang jumlah penduduknya jauh lebih kecil.
‘’Jika terpilih menjadi pemimpin Kota Denpasar, yang utama akan dioptimalkan adalah peningkatan PAD sebagai stimulus meningkatkan daya saing Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali. Juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat seperti pasar agar terus bergairah,’’ cetusnya menandaskan. alt
























