POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali akan melaksanakan kegiatan lomba membaca atau melantunkan kidung suci yang dikemas dalam Utsawa Dharmagita XXXI. Acara ini akan digelar pada tanggal 1-7 September 2023 yang dipusatkan di Taman Budaya Bali (Art Centre) Denpasar.
Kepala Disbud Bali, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, menyampaikan, Utsawa Dharmagita tingkat Provinsi Bali tahun 2023 mengangkat tema Segara Kerthi “Samudra Kehidupan Susastra Hindu Bali”. Jika sebelumnya ajang ini ditumpangkan pada gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB), namun berbeda tahun ini akan digelar secara mandiri.
“Utsawa Dharmagita ini merupakan event yang sangat penting. Utsawa Dharmagita itukan murni lomba, sehingga menjadi contoh yang sangat bagus sekali, sehingga kegiatan ini kita kemas secara khusus,” kataProf. Arya Sugiartha, di sela-sela rapat persiapan di Kantor Disbud Provinsi Bali, Senin (28/8).
Ia mengatakan, Provinsi Bali juga selalu mengikuti Utsawa Dharmagita di tingkat nasional. Sehingga, Utsawa Dharmagita XXXI tingkat Provinsi Bali ini menjadi persiapan guna mengikuti ajang yang sama di tingkat nasional yang digelar setiap tiga tahun sekali.
Oleh karena itu, Disbud Bali selalu mengadakan seleksi di tingkat Provinsi Bali sebanyak dua kali, kemudian mengikuti lomba ditingkat nasional sekali. “Dulu, alasan didomplengkan di PKB karena tidak ada yang menontonnya,” sebut Prof. Arya Sugiartha.
Mantan Rektor ISI Denpasar ini menjelaskan, Utsawa Dharmagita merupakan event yang sangat bagus, karena sebagai ajang untuk belajar sastra agama lewat tembang. Bahkan, sangat lengkap semuanya ada mulai dari sekar alit sampai sekar agung. Termasuk ada palakwaya, bahkan menambah nyanyian keagamaan Hindu itu baru semacam nyanyian rohani.
Iamengatakan, untuk ajang di tingkat nasional, Disbud Bali melibatkan Kementerian Agama dalam hal ini bersinergi dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
“Sebut saja pada dua tahun lalu, ketika Utsawa Dharmagita Nasional yang diadakan di Bali, sehingga kita sharing biaya dengan Kementerian Agama. Kanwil yang membiayai penginapannya, Disbud membiaya tenaga pelatihnya, termasuk menerjunkan Lembaga Bahasa dan Widyasabha ke kabupaten/kota,” jelasnya.
Ia menambahkan, semua kegiatan Ustawa Dharmagita XXXI Provinsi Bali akan dipusatkan di Taman Budaya dengan total lomba 34 tangkai. Untuk kali ini jenis kegiatan lomba diikuti sepenuhnya. Berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya mengikuti lomba 30 tangkai.
“Sekarang kami bisa 34 tangkai. Dan untuk melibatkan kabupaten/kota, akan melibatkan Widyasabha yang biasanya terjun membina dharmagita ke desa-desa. Kita ada Widyasaba provinsi dan kabupaten, inilah yang berkoordinasi dengan bupati atau walikota bersangkutan. Dan ini sudah berlangsung,” katanya.
Kadisbud mengungkapkan, menjelang pelaksanaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali ini, respons dari kabupaten/kota sudah bagus. Hanya saja, sebagian besar tak bisa mengikuti secara penuh atau keseluruhan lomba. “Sebut saja Kabupaten Buleleng yang sama sekali tak mengirim pesertanya, padahal potensinya sangat besar,” ujarnya.
Agenda Utsawa Dharmagita yang dilombakan diantaranya membaca palawakya, membaca dan menghafal sloka dan kidung, membaca kakawin, lomba nyanyian Hindu, dharmawacana (berbahasa Bali dan berbahasa Inggris), dharmawiwada (debat keagamaan Hindu), membaca gaguritan dengan berbagai kategori baik dewasa, remaja, baik beregu maupun perorangan. rap
























