Utang Pemerintah “Disenggol”, Demer Minta PKS Realistis

  • Whatsapp
I Gede Sumarjaya Linggih. Foto: hen
I Gede Sumarjaya Linggih. Foto: hen

DENPASAR  – Adanya utang pemerintah yang disinggung Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, saat pidato akhir tahun 2021 lalu, membuat Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, I Gede Sumarjaya Linggih, angkat bicara. Meski mengakui utang pemerintah dalam pemerintahan Jokowi memang besar, dia minta PKS tetap mengusung kesantunan untuk bicara realita. “Kita bicara realistis dan yang fakta saja, utang jangan dianggap tabu sepanjang digunakan untuk hal produktif. Teman-teman PKS tenang sajalah,” ucap Demer, sapaan akrabnya, saat dimintai komentar, Selasa (4/1/2022).

Sebelumnya, dikutip dari cnnindonesia.com edisi (2/1/2022), Ahmad Syaikhu, dengan mengutip ahli, berujar Jokowi akan mewariskan utang negara sampai Rp 10 ribu triliun. Per September 2021, sebutnya, utang pemerintah telah mencapai Rp6.711 triliun. Dengan jumlah itu, sampai akhir masa jabatan Jokowi akan mewariskan utang Rp7 ribu triliun. “Siapapun pemimpin yang akan terpilih pada 2024, maka mereka akan mewarisi utang yang begitu besar,” seru Ahmad Syaikhu.

Bacaan Lainnya

Kembali ke Demer, dia berujar utang pemerintah saat ini terlihat besar karena digunakan untuk pembangunan aneka infrastruktur sebagai komponen utama pertumbuhan konektivitas. Kedua, sebutnya, juga dipakai untuk mengatasi pandemi Covid-19, terutama pada aspek pengobatan masyarakat yang nilainya memang fantastis. “Kita kan tidak bisa menunggu hujan duit dari langit, padahal rakyat harus segera ditangani. Makanya suka tidak suka kita harus berutang,” terang Korwil DPP Partai Golkar Bali-Nusra tersebut.

Baca juga :  Kadispar Buleleng dan 7 Pejabat Lainnya Dinonaktifkan, Pascaditetapkan Tersangka Kasus Dana PEN

Ketiga, sambungnya, utang pemerintah juga untuk kebutuhan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang wajib tersedia dalam kondisi pandemi. JPS berguna untuk menahan dampak dari penurunan pertumbuhan ekonomi yang berakibat terhadap penurunan kesempatan kerja dan menambah jumlah penganggur. Jika pemerintah tidak melakukan kebijakan itu dalam bentuk bantuan sosial, biaya yang timbul dapat lebih mahal ketika krisis kesehatan berubah menjadi krisis politik.

“Tolong teman-teman PKS bicara realita aja, Pak Jokowi cukup efektif dan efisien menggunakan utang itu. Apalagi beliau didampingi Ketua Umum kami, Pak Airlangga Hartarto, sebagai Menko Perekonomian yang mumpuni. Jadi tenang sajalah,” ucapnya kalem.

Disinggung kekritisan PKS itu berdasarkan data yang ada, Demer menegaskan tidak ada negara yang tidak berutang. Dia balik mengutip data dari salah satu media nasional, pemegang utang terbesar sedunia saat ini adalah Amerika Serikat senilai 29 triliun dolar AS. Sekali lagi, serunya, yang penting digarisbawahi yakni apakah utang itu digunakan untuk kegiatan produktif atau tidak. Kemudian penggunaannya secara transparan dan untuk sepenuhnya kepentingan rakyat.

Sebagai bukti utang pemerintah digunakan secara efektif dan tepat sasaran, Demer berkata penanganan pandemi di Indonesia saat ini terbilang baik. Meski sempat babak belur, Indonesia segera pulih dan bisa mendapat pertumbuhan ekonomi 5,2 persen. Sejumlah negara luar juga berminat investasi di Indonesia, yang itu berkorelasi dengan meningkatkan pasar kerja serta menekan tingkat pengangguran.

Baca juga :  Ditumbuhi Semak Belukar, Proyek Pasar Silakarang dan Gedung IKM Mangkrak

“Kenapa kita bisa segera pulih dari pandemi? Karena kita datangkan vaksin, buat isolasi terpusat, berikan bansos ke rakyat, dan kebijakan lainnya. Uangnya dari mana? Ya dari utang tadi, yang terpaksa dilakukan karena pertumbuhan ekonomi kita kontraksi selama pandemi, mengingat pendapatan anjlok berhubung banyak ada pembatasan,” urainya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.