UGD RSUD Karangasem Dipenuhi Pasien Corona, Pasien Umum Dirawat di Teras UGD

SUASANA teras Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Karangasem yang dipakai untuk merawat pasien umum kerena UGD dipenuhi pasien Corona. Foto: nad
SUASANA teras Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Karangasem yang dipakai untuk merawat pasien umum kerena UGD dipenuhi pasien Corona. Foto: nad

KARANGASEM – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem, dr. I Wayan Suardana, membantah rumor tentang pasien Covid-19 yang dirawat di teras UGD akibat kapasitas ruangan penanganan penuh. Dia menegaskan pasien yang berada di luar UGD tersebut bukan pasien Covid-19, melainkan pasien umum. Pasien tersebut untuk sementara terpaksa dirawat di luar UGD, lantaran di dalam UGD sedang dipenuhi pasien Covid-19.

“Karena saat itu terjadi lonjakan pasien Covid-19 di dalam UGD, agar pasien non-Covid tidak tertular, untuk sementara mereka yang sakit ringan tertahan di luar. Saya tegaskan, pasien tersebut merupakan pasien non-Covid dan hanya menderita penyakit ringan. (Kondisi) itu pun tidak ada komplain dari yang bersangkutan,” ucap Suardana, Senin (26/7/2021). 

Read More

Dia tidak menutupi sejak awal bulan Juli ini memang terjadi peningkatan kasus positif Covid-19. Pada pekan ini, terangnya, ada kisaran 60 pasien yang terkonfirmasi positif, dan 20 berstatus suspect (diduga) Covid-19, yang menunggu hasil laboratorium, dirawat di RSUD Karangasem. Untuk ruangan perawatan, ulasnya, RSUD Karangasem memiliki 68 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Namun, karena terjadi lonjakan, manajemen RSUD kembali menyiapkan tambahan 15 tempat tidur.

“Kami ada 83 bed atau tempat tidur untuk pasien Covid-19, dan dari jumlah keseluruhan saat ini sudah terisi sekitar 90 persen. Untuk antisipasi, kami berencana menambah bed, semoga tidak terjadi lonjakan,” ulasnya.

Lebih lanjut Suardana menguraikan, IGD dipakai untuk memilah skrining pasien diduga Covid-19 sampai ada hasil swab PCR. Dia juga masih berencana untuk pasien bukan Covid dipindah ke gedung poli lama, tapi masih mengkaji SDM dan alat-alatnya.

Disinggung stok ketersediaan oksigen, Suardana berkata masih mencukupi untuk tiga hari ke depan. Namun, oksigen jenis tabung yang masih sangat kurang, karena diatur oleh Satgas Provinsi jatahnya untuk RS di Bali. “Kami per hari dijatah bergantung banyaknya pasien per hari,” pungkas Suardana. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.