Tukad Saba di Pengastulan Jadi Destinasi Wisata

  • Whatsapp
KONDISI Tukad Saba di Buleleng yang saat ini mulai ditata untuk dijadikan lokasi destinasi wisata. Foto: rik

BULELENG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng mulai melakukan penataan areal bantaran Tukad Saba di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng. Penataan ini dilakukan untuk menjadikan kawasan Tukad (Sungai) Saba menjadi lokasi destinasi wisata.

Kepala DLH Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan, penataan Tukad Saba dilakukan mulai dari pengecekan terhadap jembatan yang ada di sekitar lokasi. Menurutnya, penataan bantaran Tukad Saba ini sebagai upaya untuk mempercantik bantaran sungai sebagai kawasan destinasi wisata baru khusus bagi masyarakat sekitarnya.

Bacaan Lainnya

“Selain menjadikan destinasi wisata untuk warga, penaatan dilakukan sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan tempat yang berakibat buruk bagi lingkungannya sendiri,” kata Melandrat, Selasa (31/8/2021).

Dengan kondisi sungai yang sudah ditata dengan baik, Melandrat meyakini hal ini akan menimbulkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sungai agar tetap bersih dan asri. “Kami juga buat destinasi selfie (swafoto), agar masyarakat menikmati suasana sungai dengan nyaman. Ini juga untuk bisa menumbuhkan budaya masyarakat menjaga lingkungan dengan baik,” jelasnya.

Tukad Saba yang panjangnya hingga melewati beberapa desa di Kecamatan Seririt, diakuinya rentan akanperilaku pembuangan sampah secara sembarangan oleh masyarakat. Untuk mencegah hal itu, DLH Buleleng sudah bersinergi kepada aparat desa-desa yang dilalui sungaitersebut untuk melakukan edukasi ke masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai.

Baca juga :  Bank BPD Bali Kembali Sabet Tiga Penghargaan Sekaligus

Selain itu, DLH Buleleng akan menempatkan beberapa personel di lokasi untuk melakukan pengawasan serta mengedukasi masyarakat setempat. “Sekarang ini sudah sangat berbeda dari tahun sebelumnya karena sudah bersih. Sedangkan dulu banyak sampah. Kami terus mengedukasi dan turun ke masyarakat,” ujar Melandrat.

Dia menambahkan, jika masih ditemukan warga yang sengaja membuang sampah ke areal Sungai Saba akan ditindak sesuai dengan perda. “Kalau nanti masih kami temukan ada warga yang membuang sampah ke sungai, kami tindak tegas. Tapi sebelumnya kami lakukan edukasi agar bersama-sama menjaga Tukad Saba,” pungkasnya. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.