Terungkap, Motif Sutarjana Dianiaya Hingga Tewas

  • Whatsapp
POLISI rilis tersangka Suardana (pakai baju tahanan) dan barang bukti berupa kayu anak lesung yang digunakan memukul korban hingga tewas. foto: rik

BULELENG – Motif aksi penganiayaan yang berujung tewasnya Kadek Sutarjana (48) warga Banjar Dinas Munduk, Desa Banjar, Buleleng, Bali dilakukan Ida Kade Suardana alias Ida Lepong (29), terkuak. Suardana menghabisi nyawa Sutarjana lantaran sakit hati dimaki sekaligus membela diri karena telah dipukul lebih dahulu oleh korban.

Ketika digelandang di Mapolres Buleleng, tersangka Suardana hanya bisa tertunduk lesu. Bahkan tampak penyesalan dari raut wajah tersangka Suardana yang tega telah menghabisi nyawa temannya itu dengan menggunakan kayu antan atau kayu anak lesung.

Bacaan Lainnya

Ditemui di Mapolres Buleleng, tersangka Suardana mengaku, saat menghabisi nyawa korban dirinya dalam kondisi mabuk. Mengingat saat itu, antara tersangka dan korban sempat minum-minuman beralkohol. Awalnya, tersangka datang ke rumah korban bersama temannya bernama Gede Artawan alias Keli (55) warga Desa Sulanyah, Buleleng.

Diduga karena ada kata-kata kasar dan tak enak didengar yang keluar dari mulut korban Sutarjana, saksi Gede Keli pun memilih pergi dari lokasi mereka minum tanpa alasan apapun. Korban dan tersangka pun kembali melanjutkan pesta minuman keras.

Saat itu korban Sutarjana yang juga dalam kondisi mabuk melontarkan kalimat kasar kepada tersangka. Kalimat kasar itu dilontarkan oleh korban saat tersangka memberikan uang sebesar Rp100 ribu kepada istri korban yakni Ketut Widani (47) untuk membeli tambahan minuman arak.

Baca juga :  Resmi Dilantik, Tamba Fokus Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Korban kemudian merampas uang tersebut, yang lalu terjadi perkelahian fisik antara tersangka dengan korban. Istri korban yakni Widani pun melerai perkelahian mereka. Setelah itu Widani pergi keluar untuk belanja. Saat Widani pergi itulah keributan kembali terjadi, korban masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil kayu anak lesung, lalu tanpa ampun memukul tersangka sebanyak enam kali.

“Saya dipukul, kemudian saya merendah, saya minta maaf sama dia walaupun saya merasa tidak bersalah. Saya juga sempat nanya kenapa saya dipukul. Tapi dia terus pukuli saya sampai enam kali sambil memaki-maki saya dengan bahasa kasar. Akhirnya saya kait kakinya, sampai dia jatuh,” ujar tersangka Suardana, Rabu (10/2/2021).

Saat korban jatuh, anak lesung itu kemudian dirampas oleh tersangka seketika tersangka langsung memukul wajah korban berkali-kali dengan anak lesung hingga korban tewas dengan kondisi bersimbah darah. “Saya lupa berapa kali pukul dia. Saya dalam kondisi mabuk. Saya reflek saja, karena dipukul duluan pakai kayu,” ujar tersangka Suardana.

Istri korban ketika kembali ke rumah sudah mendapati suaminya dalam kondisi tewas. Sementara usai menganiaya korban Sutarjana hingga tewas, tersangka pun kabur menuju rumah kakaknya di Desa Bubunan, Kecamatan Seririt yang masih dalam pembangunan. “Gak ada yang ngantar (ke rumah kakaknya untuk bersembunyi). Saya jalan kaki ke sana,” ucap tersangka Suardana.

Baca juga :  Pelindungan Kawasan Besakih, Warga Adukan Persoalan ke DPRD Bali

Sementara itu seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Banjar, Kompol Made Agus Dwi Wirawan, mengutarakan, saat ini kasus ini masih dalam penyelidikan. Polisi saat ini masih mendalami kebenaran keterangan tersangka yang kabur seorang diri. Mengingat, jarak antara TKP dan Desa Bubunan cukup jauh.

“Tersangka mengaku jalan kaki dari TKP ke lokasi persembunyian. Tapi kami tidak terlalu percaya, karena lokasinya cukup jauh. Tersangka kami tangkap dalam kurun waktu tiga jam setelah kejadian. Sekarang masih dalam penyelidikan,” jelas Agus Dwi.

Polisi masih menggali beberapa keterangan saksi-saksi termasuk mencari fakta-fakta hukum yang ada. “Kasus ini kan baru tiga hari, jadi kami masih berusaha mencari fakta-fakta hukum, sehingga kasus ini cepat dituntaskan,” pungkas Agus Dwi.

Akibat perbuatannya ini, tersangka Suardana terancam disangkakan dengan Pasal 338 KUHP subsideir Pasal 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.