Tampil Nyentrik, Daud Yordan Hentikan Rachata Khaophimai di Ronde Lima

  • Whatsapp
PETINJU Indonesia Daud Yordan, kini mengoleksi tiga titel setelah sebelumnya gelar juara dunia IBA dan WBO Oriental. foto: antaranews

PETINJU Indonesia, Daud Yordan tampil nyentrik saat menghentikan petinju Thailand, Rachata Khaophimai di ronde kelima dalam duel perebutan gelar juara WBC Asian Boxing Council Silver kelas ringan super (63,5kg) di World Siam Stadium, Bangkapi, Bangkok, Jumat (19/11/2021). malam.

Dengan kepercayaan diri tinggi, Daud mengenakan balutan berwarna biru dengan list merah. Yang menjadi perhatian adalah ikat kepala yang dikenakan petinju 34 tahun itu dan tim yang bertuliskan tagar #DY2024. Tak lupa, dengan penuh kebanggaan Daud juga membawa bendera Merah Putih dan dengan hikmat menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pertandingan dimulai.

Bacaan Lainnya

Tak hanya saat pengenalan, Daud juga tampil beda dari biasanya. Punggung petinju asal Kalimantan Barat itu juga tak lepas dari sorotan. Sebab, bagian belakang Daud juga bertuliskan tagar #2024.

Sejak awal, Daud memang mengatakan bakal tampil beda. Tagar #DY2024 adalah sebagai tanda bahwa dirinya bakal terjun ke dunia baru selain tinju yang telah membesarkan namanya.

“Sesuatu yang baru. Pada masa-masa aktif bertanding. Ini bukan sensasi ini adalah keinginan untuk disampaikan kepada masyarakat luas bahwa olahraga sangat bisa berkontribusi daripada dunia olahraganya,” ujar Daud sebelum laga seperti dikutip posmerdeka.com dari antaranews.

Ya, Daud Yordan mengungkapkan keinginannya untuk terjun ke dunia politik. Dia memiliki rencana besar untuk maju sebagai calon anggota Dewan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada pemilihan umum 2024 mendatang.

Baca juga :  Bawaslu Kirim Surat Cegah Dini ke Gubernur, Ingatkan Tak Ajak Paslon Saat Salurkan Bantuan

Adapun dalam pertandingan kali ini, Daud membuktikan kelas dan pengalamannya dengan meraih kemenangan Rachata Khaophimai dengan hasil technical knockout (TKO) pada ronde kelima. Pada ronde pertama, Daud dan Rachata tampak menahan diri dan saling membaca gerakan. Daud lebih dulu menyerang dengan jab-jab yang mengarah ke tubuh Rachata Khaophimai.

Pada ronde kedua, kedua petinju masih saling berhati-hati. Daud menunjukkan gaya fighter-nya dengan terus melangkah maju dan beberapa kali terlihat memancing lawan agar balik menyerang. Berlanjut pada ronde ketiga, Daud membukanya dengan hook kiri yang langsung mengarah pada tubuh Rachata. Kemudian dia terus menyudutkan lawan.

Pada sisi lain, Rachata berusaha untuk keluar dari tekanan dan berjuang membalikkan keadaan. Namun Daud yang terus maju membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan. Bahkan, sebelum lonceng ketiga berbunyi Daud berhasil membuat Rachata tersudut dengan hook kirinya.

Ronde keempat kondisi masih sama. Daud masih mendominasi pertandingan. Kali ini, pukulan Daud sukses menghantam wajah lawan. Bahkan, pada 10 detik terakhir ronde keempat, pukulan kombinasi Daud membuat Rachata sempoyongan. Beruntung lonceng ronde keempat berbunyi dan Rachata masih selamat dari serangan bertubi-tubi dari Daud.

Pada ronde kelima, Daud benar-benar membuktikan pengalamannya. Serangan Daud membuat sang lawan tak berdaya hingga wasit akhirnya menghentikan laga dan menganggap Rachata tak sanggup melanjutkan pertandingan.

Dengan demikian, Daud pun menang dengan hasil technical knockout (TKO) pada ronde kelima. Hasil ini memperpanjang rekor kemenangan Daud menjadi 41 (29 KO) dari total 45 laga sepanjang karier profesionalnya.

Baca juga :  Update Covid-19 di Denpasar: Tambahan Kasus Positif Lebih Banyak dari Pasien Sembuh

Kemenangan ini membuatnya kembali menyandang gelar juara WBC Asian Boxing Council Silver kelas ringan super. Dengan begitu, Daud kini mengoleksi tiga titel setelah sebelumnya gelar juara dunia IBA dan WBO Oriental. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.