Tahun Ini, Menteri KKP Bangun Lobster Estate di NTB

  • Whatsapp
MENTERI KKP Sakti Wahyu Trenggono saat menerima kunjungan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, dan rombongan di Jakarta, Jumat (28/5/2021). Foto: ist
MENTERI KKP Sakti Wahyu Trenggono saat menerima kunjungan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, dan rombongan di Jakarta, Jumat (28/5/2021). Foto: ist

MATARAM – Pemerintah Pusat melalui Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, telah menetapkan Provinsi NTB sebagai pusat budidaya lobster nasional pada Maret 2021 lalu. Terkait itu, Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah ‘jemput bola’ ke Jakarta untuk membahas hal-hal strategis maupun teknis dalam rangka mewujudkan NTB sebagai pusat budidaya lobster nasional.

“Pak Menteri menegaskan kembali komitmen menjadikan NTB sebagai pusat budidaya Lobster nasional. Konkritnya mulai tahun ini akan dibangun kawasan budidaya terintegrasi yaitu lobster estate  di Telong Elong Lotim, serta membangun shirim estate di Samota,” kata Gubernur Zul dalam siaran tertulisnya, Jumat (28/5/2021).

Bacaan Lainnya

Gubernur Zul meyakini rencana pengembangan NTB sebagai pusat budidaya lobster nasional akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan penghasilan masyarakat. Kemudian kendala-kendala yang dihadapi pemda dan pembudidaya lobster selama ini juga bisa tersolusikan.

”Dengan membangun lobster estate, para nelayan dan pembudidaya akan didampingi oleh pemerintah. Ada intervensi teknologi pembudidayaan. Lebih jauh nantinya akan ada sistem pemantauan harga sehingga harga lobster lebih transparan dan stabil.Melalui program ini proses produksi dan pemasaran akan terintegrasi, sehingga tingkat produktivitas dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,’’ jelas Gubernur Zul.

Baca juga :  Galungan dan Kuningan Jadi Momentum Meningkatkan Srada dan Bhakti

Sementara itu, Menteri KKP menjelaskan alasan kuat mengapa NTB dijadikan pusat budidaya lobster di Indonesia. ”Kenapa kita kembangkan di sana? Yang pertama NTB secara infrastruktur dan sumber daya manusia sudah memenuhi syarat, tinggal kita perkuat,” kata Menteri Trenggono.

Menteri Trenggono menegaskan, pelaksanaan program pengembangan harus sesuai dengan prinsip ekonomi biru, sehingga produktivitas tambak-tambak budidaya lobster tidak mengancam kelestarian laut Lombok yang indah dan bersih.

”Di samping itu, program pengembangan harus membawa berkah bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun sosial,” ucap Menteri Trenggono.

Sepanjang tahun lalu berdasarkan data Pemprov NTB, produktivitas budidaya di kampung lobster Lombok Timur mencapai 82.568 kilogram atau setara Rp41,28 miliar. Sedangkan, jumlah pembudidaya sekitar 147 kelompok dengan total keramba jaring apung lebih dari 8.400 lubang.

Selain itu, soal budidaya lobster, dalam pertemuan tersebut juga dibahas tentang rencana pengembangan budidaya udang dan rumput laut. Ada beberapa kawasan di NTB yang dinilai sangat cocok untuk mengembangkan budidaya dua komoditas tersebut. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.