Subsidi Silang Biaya PDAM Dialokasikan dari Efisensi Produksi

  • Whatsapp
Foto: Dirtek PDAM Direktur Tekhnik PDAM Tirta Mangutama, Wayan Suyasa (kanan) bersama Direktur Umum Ida Ayu Eka Dewi Wijaya. Foto: ist
Foto: Dirtek PDAM Direktur Tekhnik PDAM Tirta Mangutama, Wayan Suyasa (kanan) bersama Direktur Umum Ida Ayu Eka Dewi Wijaya. Foto: ist

MANGUPURA – Berkurangnya pendapatan PDAM Tirta Mangutama akibat pandemi Covid-19 sebesar 45 persen dari total pendapatan semula Rp20-21 miliar, ternyata berimbas pada sektor subsidi silang yang diberikan kepada pelanggan. Alhasil untuk tetap memberikan pelayanan prima dengan mengurangi kualitas maupun kuantitas, PDAM Tirta Mangutama terpaksa melakukan efisiensi biaya produksi dan pemeliharaan kendaraan.

Direktur Teknik PDAM Tirta Mangutama, Wayan Suyasa, menerangkan, biaya produksi air baku PDAM Tirta Mangutama itu menelan biaya sebesar Rp8 ribu per meter kubik. Untuk meringankan beban warga rumah tangga, maka biaya tersebut dikenakan sebesar Rp4 ribu-6 ribu per meter kubik. Dimana kekurangan dari biaya produksi tersebut diambilkan dari subsidi silang yang diperoleh dari sektor usaha pariwisata.

Baca juga :  Kominfo Minta Masyarakat Waspadai Penyebaran Corona Lewat Kiriman Pos

‘’Biaya produksi kita itu senilai Rp8 ribu per kubik. Kita kasi masyarakat senilai Rp 4-6 ribu. Jadi sisa biayanya ini kita subsidikan dari pendapatan hotel restoran dan bandara,’’ terangnya ditemui Kamis (10/9).

Sayangnya, kondisi pandemi saat ini membuat usaha terkait banyak yang tutup dan ada yang sepi konsumen. Alhasil itu membuat pemakaian air PDAM yang dijual kepada mereka juga berkurang dan membuat pemasukan PDAM juga berkurang. Hal itulah yang membuat subsidi silang yang dialokasikan dari usaha terkait kepada rumah tangga juga menjadi terganggu. Subsidi tersebut diberikan kepada 63 ribu dari 73 ribu konsumen.

‘’Kita tetap upayakan terus berikan subsidi silang. Tentu kita harus lakukan efisiensi pengeluaran, baik dari biaya produksi dan perawatan kendaraan,’’ ungkapnya didampingi Direktur Umum Ida Ayu Eka Dewi Wijaya.

Baca juga :  Bulan Bahasa Bali, Desa Adat Bitera Gelar Beragam Lomba

Disisi lain, pandemi juga membuat pihaknya mengalami kesulitan dalam mensimulasikan suplai air kepada pelanggan. Sebab berkurangnya penggunaan air di sektor pariwisata, memerlukan penyesuaian putaran suplai air. Penyesuaian perputaran suplai air itu diperlukan agar jangan sampai membuat suplai air berlebihan, karena itu berpotensi membuat pipa mengalami kebocoran akibat meledak. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.