Subjek VoA Diperluas Jadi 60 Negara

WISATAWAN internasional sedang mengantre di counter VoA Bandara Ngurah Rai. Foto: ist
WISATAWAN internasional sedang mengantre di counter VoA Bandara Ngurah Rai. Foto: ist

MANGUPURA – Sejak 28 April 2022, subjek Visa Kunjungan Saat Kedatangan Khusus Wisata atau Visa on Arrival (VoA) Khusus Wisata (VKSKKW) telah diperluas dari 43 menjadi 60 negara. Adapun negara tersebut, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Austria, Belanda, Belgia, Brazil, Brunei Darussalam, Bulgaria, Ceko, Denmark, Estonia, Filipina, Finlandia, Hongkong, Hungaria, India, Inggris, Irlandia, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja dan Kanada.

Berikutnya Korea Selatan, Kroasia, Laos, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Malaysia, Malta, Meksiko, Myanmar, Norwegia, Perancis, Polandia, Portugal, Qatar, Rumania, Selandia Baru, Seychelles, Singapura, Siprus, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Taiwan, Thailand, Timor Leste, Tiongkok, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab, Vietnam, dan Yunani. Selain itu, terdapat 9 negara subjek Bebas Visa Kunjungan Khusus Wisata (BVKKW), antara lain Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. 

Bacaan Lainnya

Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk, menerangkan, kebijakan baru tersebut diberlakukan seiring dengan terbitnya Surat Edaran Nomor IMI-0584.GR.01.01 TAHUN 2022 tentang Kemudahan Keimigrasian Dalam Rangka Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Pada Masa Pandemi Corona Virus Desease 2019, oleh Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Prof. Widodo Ekatjahjana pada tanggal 27 April 2022.

Baca juga :  Kasus Positif Corona di Bali Turun Signifikan, Isoter Efektif

‘’Dengan SE tersebut, maka Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi IMI-0549.GR.01.01 Tahun 2022 tentang Kemudahan Keimigrasian Dalam Rangka Mendukung Pariwisata Berkelanjutan pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku,’’ ucap Jamaruli.

Dalam surat edaran tersebut, orang asing yang dimaksud dapat masuk ke Indonesia dengan hanya melalui 24 Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang ditunjuk. Saat ini ada 9 bandara, 11 pelabuhan dan 4 Pos Lintas Batas yang ditunjuk sebagai pintu masuk untuk subjek BVKKW/VKSKKW. Mereka tidak bisa masuk melalui TPI lain, jika ingin menggunakan fasilitas tersebut. Sementara untuk orang asing yang ingin keluar Indonesia, mereka bisa lewat TPI mana saja.

Untuk memperoleh BVKKW atau VKSKKW, orang asing harus menunjukkan paspor kebangsaan yang sah dan masih berlaku paling singkat 6 bulan, Tiket kembali atau tiket terusan untuk melanjutkan perjalanan ke negara lain, bukti pembayaran visa on arrival (untuk VKSKW), dan bukti kepemilikan asuransi sesuai dengan ketetapan Ketua Satuan Tugas Covid-19.

Untuk mendapatkan VKSKKW orang asing dikenakan tarif sebesar Rp500 ribu, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2019. Tarif tersebut berlaku sama untuk proses perpanjangan. Untuk izin tinggal yang berasal dari VKSKKW, itu bisa diperpanjang satu kali untuk jangka waktu paling lama 30 hari dan dilakukan di kantor imigrasi sesuai wilayah tempat tinggal WNA saat di Indonesia.

Baca juga :  DPRD Klungkung Hadiri Mapepada Tawur Agung Kesanga di Catus Pata Klungkung

“Izin tinggal dari BVKKW maupun VKSKKW tidak dapat dialihstatuskan. Pemegangnya juga tidak diizinkan mengajukan perpanjangan izin tinggal melalui pemberian visa onshore,” tegasnya.

Pihaknya menyambut baik kebijakan pemberian bebas visa kunjungan bagi negara di Asia Tenggara dan perluasan visa on arrival khusus wisata bagi 60 negara. Kebijakan bebas visa kunjungan dan visa on arrival tersebut tentu akan memudahkan wisman yang akan berkunjung ke Bali. Dengan kemudahan tersebut, diharapkan akan menambah jumlah wisman yang berkunjung ke Bali sehingga dengan wisman yang semakin banyak datang ke Bali akan membangkitkan kembali pariwisata dan menumbuhkan perekonomian masyarakat Bali.

Apalagi saat ini akan banyak event Internasional yang akan diselenggarakan di Bali seperti GPDRR dan G20. Dengan adanya kebijakan tersebut maka akan mempermudah para peserta maupun delegasi yang akan mengikuti event-event Internasional yang diselenggarakan di Bali. Tahun 2022 ini akan ada 2 konferensi tingkat Internasional di Bali yaitu tanggal 23-28 Mei konferensi GPDRR dan KTT G20.

“BVKKW dan VKSKKW dapat digunakan oleh asing untuk melakukan kegiatan wisata atau tugas pemerintahan dalam kegiatan internasional yang bersifat kenegaraan atau pemerintahan. Untuk kegiatan yang bersifat kenegaraan atau pemerintahan tentunya harus disertai juga dengan undangan resmi yang dikeluarkan oleh instansi Indonesia,” paparnya.

Ia juga mengimbau kepada orang asing maupun pelaku industri pariwisata agar mematuhi aturan keimigrasian. Pemilik atau pengurus tempat penginapan wajib memberikan keterangan atau data mengenai orang asing yang menginap untuk melancarkan pengawasan orang asing. Apabila ada orang asing yang terbukti menyalahgunakan izin tinggalnya, maka ia akan dikenakan sanksi keimigrasian.

Baca juga :  Damakesmas, Damapancana, dan Satgas Covid-19 Siaga 24 Jam Saat Nyepi

“Begitu pula jika mereka terbukti melakukan pelanggaran protokol kesehatan dan mengganggu ketertiban umum, akan dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tandas Jamaruli. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.