SMKN 3 Bangli Wakili di Final Junior Sentinel Challenge Bali 2026

SMKN 3 Bangli akan mewakili Bangli dalam babak final Junior Sentinel Challenge (JSC) di tingkat Provinsi Bali. Foto: ist
SMKN 3 Bangli akan mewakili Bangli dalam babak final Junior Sentinel Challenge (JSC) di tingkat Provinsi Bali. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha, membuka babak penyisihan lomba Junior Sentinel Challenge (JSC) Tahun 2026 tingkat Provinsi Bali untuk wilayah Kabupaten Bangli. Kegiatan yang mengusung misi edukasi dan kompetisi keamanan informasi bagi generasi muda ini, berlangsung di Ruang Rapat Krisna Setda Kabupaten Bangli, Senin (25/5/2026).

Babak penyisihan di Kabupaten Bangli tahun ini mempertemukan dua tim tangguh, yakni SMKN 1 Bangli dan SMKN 3 Bangli. Setelah melalui persaingan sengit berformat Capture The Flag (CTF) untuk mencari celah keamanan siber, SMKN 3 Bangli keluar sebagai pemenang dengan raihan skor 920. Mereka unggul selisih 130 poin dari SMKN 1 Bangli. Atas hasil ini, SMKN 3 Bangli berhak menjadi perwakilan Kabupaten Bangli dalam babak final di tingkat Provinsi Bali.

Read More

Dalam sambutannya, Murditha menegaskan dukungan penuh Pemkab Bangli terhadap suksesnya gelaran JSC 2026, mulai dari babak penyisihan hingga ke tingkat Provinsi. Kompetisi ini bukan sekadar ajang normatif, melainkan wadah penting untuk memetakan potensi talenta muda di bidang keamanan siber (cybersecurity).

“Keamanan informasi dan keamanan siber tidak bisa berdiri sendiri atau hanya bertumpu pada peran pemerintah. Semua unsur harus terlibat dalam konsep Pentahelix, yang meliputi unsur pemerintah, akademisi termasuk adik-adik SMK dan perguruan tinggi, industri penunjang infrastruktur, media, serta sektor bisnis,” ujarnya.

Lebih jauh diutarakan, peran media sangat vital sebagai bagian dari pendidikan literasi digital masyarakat, guna memastikan informasi yang disajikan valid dan terkonfirmasi. Terkait tantangan wilayah, Murditha mengakui infrastruktur TIK di Bangli masih terus diupayakan agar mendapat dukungan penuh dalam prioritas penganggaran daerah, demi menyokong visi digitalisasi pemerintah daerah. Kepada para peserta, dia berpesan agar menjadikan kompetisi ini sebagai pengalaman berharga dan ajang kerja sama tim.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sandiman Ahli Madya, I Made Widiartha, menjelaskan, pelaksanaan JSC Tahun 2026 mengalami penyempurnaan mekanisme. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, format kompetisi tahun ini berbasis tim, bukan lagi perorangan. Babak penyisihan digelar secara luring di masing-masing kabupaten/kota se-Bali menggunakan interkoneksi IP khusus yang masuk daftar putih pada server CTF Pemprov Bali.

“Melalui mekanisme baru ini, diharapkan proses penjaringan peserta berjalan lebih optimal serta memberi kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda di seluruh Bali, untuk menunjukkan kemampuannya,” katanya.

Lebih lanjut, dia memaparkan kegiatan ini sejalan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Salah satu dari enam bidang prioritas pembangunan adalah Bali Pulau Digital dan Keamanan Bali. Mengingat Bali merupakan destinasi wisata dunia dan pusat pertumbuhan ekonomi digital, sambungnya, keamanan infrastruktur teknologi informasi menjadi tulang punggung yang sangat krusial bagi pariwisata, perdagangan, dan layanan publik.

Melalui ajang JSC ini, generasi muda diharap mampu membangun pola pikir kritis terhadap ancaman digital. Pun menjadi bagian dari benteng pertahanan manusia (human firewall) yang kuat untuk menjaga ruang siber Pulau Dewata. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.