Stok Minyak Goreng Kosong karena Keterlambatan Pengiriman

KAPOLRES Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra, bersama anggotanya ketika melakukan pemantauan dan pengecekan ketersediaan stok migor di Tabanan. foto: ist

TABANAN – Kekosongan stok minyak goreng (migor) di Tabanan yang terjadi dalam beberapa hari, bukan karena langka.

“Kondisi tersebut terjadi karena ada keterlambatan distribusi dari kapal pengangkut yang masuk ke Pelabuhan Benoa, sehingga menyebabkan pada hari-hari tertentu sempat terjadi kekosongan stok di pasaran,” ungkap Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra, Senin (21/3/2022).

Bacaan Lainnya

Terkait kondisi yang terjadi di pasaran, kepolisian setempat pun telah melakukan sidak ke sejumlah agen migor di Tabanan. Menurut Ranefli, yang terjadi bukan kelangkaan, keterbatasan stok yang disebabkan keterlambatan distribusi. ‘’Anggota saya telah mengawasi ke masing-masing distributor, dan juga memantau pendistribusian ke agen-agen di Tabanan,” ujarnya.

Pihaknya juga minta kepada para distributor agar jangan sampai melakukan tindakan-tindakan penimbunan, karena menyangkut kehidupan orang banyak. Imbau tersebut pun telah disampaikan kepada distributor yang ada di Kabupaten Tabanan.

Kondisi pendistribusian migor untuk saat ini lancar, namun karena kebutuhan masyarakat cukup besar, sehingga masing-masing agen di Tabanan melakukan pembatasan maksimal. Masyarakat hanya bisa membeli satu kemasan untuk minyak kemasan, sedangkan untuk migor curah sebanyak 40 liter untuk toko.

Baca juga :  Selamatkan Peternak Babi, Pemprov Wajib Stabilkan Harga, Diingatkan Konsisten Jalankan Pergub 99/2018

“Tidak ada yang melakukan penimbunan. Kami kira saat kosong ada penimbunan, namun setelah ditelusuri ternyata memang ada keterlambatan distribusi dari pusat dan kapal pengangkut. Sampai saat ini masih dalam pemantauan, terutama di distributor migor,” ujar Ranefli.

Pemantauan dan pengecekan ke distributor migor kemasan dan agen minyak curah, pun pernah dilakukan Kapolres Tabanan bersama anggotanya. Antara lain di Toko Crystal Tabanan, di Jalan Ngurah Rai No. 74-78 Kediri. Sidak tersebut pun disambut Kepala Toko Crystal Cabang Tabanan, Rafif Khoirullah.

Hasil pemantauan dan pengecekan di toko tersebut, masih terdapat stok migor curah sebanyak 3.300 kg, sedangkan stok minyak kemasan sementara masih kosong. Katanya, sudah dalam proses order ke suplayer, namun sampai saat ini belum datang.

AKBP Ranefli pun mengingatkan kepada pihak toko tersebut untuk tidak melakukan penimbunan. “Semua stok harus diberikan ke masyarakat, namun juga harus dibatasi agar tidak terjadi panic buying,” tegasnya.

Sidak serupa juga dilakukan di Toko Vista Tabanan, di Jalan Dr. Ir. Soekarno Tabanan. Kunjungan kapolres dan rombongan diterima pemilik toko, Gusti Putu Agus Antara. Dari toko tersebut, diperoleh informasi bahwa stok migor kemasan saat itu ada 100 dos, namun sudah dibagi ke-10 cabang Toko Vista yang tersebar di Kabupaten Tabanan. Katanya, setiap tokonya dijatah 10 dos.

Kepada pemilik toko tersebut, Ranefli pun mengingatkan agar penjualan kepada konsumen diawasi, agar tidak terjadi panic buying, dan harga jual agar tetap mengacu peraturan pemerintah. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.