POSMERDEKA.COM, TABANAN – Upaya mengoptimalisasi kinerja dan pemahaman tupoksi dalam mendampingi pimpinan, BKPSDM Kabupaten Tabanan baru-baru ini menggelar pelatihan protokoler pemerintah, guna meningkatkan etika protokoler dalam meng-handle pimpinan ketika berhadapan dengan masyarakat. Pelatihan tersebut dibuka Sekda Tabanan, I Gede Susila, di Pondok Indi, Desa Pitra, Penebel.
Pelatihan bertema “Etika Keprotokolan dan Tata Cara Penerimaan Tamu bagi Petugas Protokol, Peliputan, FO, dan SR” di Pemkab Tabanan. Dihadiri dan diikuti oleh Kepala BKPSDM Tabanan, kepala bagian, kasubag dan japung di Bagian Prokopim Setda Tabanan beserta seluruh staf Subbag Protokol dan Dokumentasi Pimpinan, FO, dan SR di Bagian Prokopim Setda Tabanan.
Sekda Susila mengatakan, setiap personal harus memahami tupoksi masing-masing. “Pelatihan ini khusus di bagian prokopim, karena prokopim merupah wajah bagi Pemkab Tabanan, sehingga tugas ini harus betul-betul dipahami dalam setiap mendampingi tugas pimpinan,” ungkapnya.
Dia mengimbau kepada seluruh peserta dan pihak terkait agar mengikuti pelatihan dengan baik dan sungguh-sungguh, agar mampu meningkatkan pengetahuan pengimplementasian di lapangan.
Aktivitas terbanyak dari kabupaten/kota se-Bali, bahwa Bupati Tabanan selaku pimpinan paling banyak melaksanakan aktivitas kepemerintahan, sehingga pengetahuan yang maksimal sangat dibutuhkan dalam setiap mendampingi pimpinan, baik bupati, wakil bupati, sekda, dan jajaran.
Kepala BKPSDM Tabanan, Kristiadi Putra, menyampaikan bahwa kerapian dan kedisiplinan, serta kekompakan, penting sebagai pribadi, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam melaksanakan tugas. “Di samping itu, bagian prokopim dalam pelaksanaan tugas sangat dekat dengan pimpinan, dan banyak sisi yang bisa dimanfaatkan. Jika salah, bisa sebaliknya terjadi,” ujarnya.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang keprotokolan dan pendokumentasian tugas pimpinan. Di antaranya Mahadi Sanatana (sekretaris BKPSDM Provinsi Bali) dan Partha Kesuma dari Widyaiswara Provinsi Bali.
Sementara Kabag Prokopim Tabanan, Gusti Putu Winiantara, menambahkan bahwa pelatihan ini adalah berkah bagi semua personel di bagian prokopim, karena bisa berkumpul bersama sembari mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru.
“Momentum ini jadi awal rasa skeptis menjadi optimisme, sehingga lebih memotivasi dalam melaksanakan tugas. Begitu juga akan mampu menampilkan wajah yang baik dari pimpinan dan Pemkab Tabanan,” ujarnya. gap
























