Songsong Kebangkitan Pariwisata NTB 2021, Wagub Minta Pengusaha Hotel Tak Lupakan Prokes Covid-19

  • Whatsapp
WAGUB Sitti Rohmi Djalilah (dua kanan) didampingi Kadis Pariwisata NTBdan Ketua BPD PHRI NTB Ni Ketut Wolini (dua kiri), saat menghadiri Rakerda BPD PHRI NTB, Senin (21/12/2020). Foto: ist
WAGUB Sitti Rohmi Djalilah (dua kanan) didampingi Kadis Pariwisata NTBdan Ketua BPD PHRI NTB Ni Ketut Wolini (dua kiri), saat menghadiri Rakerda BPD PHRI NTB, Senin (21/12/2020). Foto: ist

MATARAM – Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, mengajak masyarakat NTB untuk bangkit dari pandemi Covid-19. Hal ini agar kebangkitan pariwisata NTB di tahun 2021 sesuai target yang diprogramkan dapat terwujud.

“Kita berharap agar masa-masa sulit seperti ini bisa lalui dengan baik, dan mari menyongsong harapan kebangkitan pada tahun 2021 mendatang,” katanya saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Badan Pimpinan Daerah (BPD) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB di Killa Hotel Senggigi, Lombok Barat, Senin (21/12/2020).

Bacaan Lainnya

Wagub mengatakan, Provinsi NTB merupakan daerah yang dikarunia alam begitu indah, dan kaya potensi sumberdaya alam lainnya. Namun, hanya dengan kekompakan, kebersamaan menjadi kunci utama untuk keluar dari berbagai ujian yang melanda NTB selama ini. Antara lain cobaan bencana beruntun terjadi mulai dari gempa bumi hingga Covid-19 saat ini. “Dengan kebersamaan seluruh pihak dan stakeholder yang ada, kita bisa bersinergi dengan baik membangun kekuatan menghadapi masa pandemi ini,” ucapnya.

Menurutnya, perlahan-lahan pertumbuhan ekonomi NTB makin bergerak positif. Apalagi pergerakan ekonomi NTB tidak hanya dari pariwisata, juga bersumber dari sektor lain seperti bidang pertanian, perkebunan, kelautan perikanan, kehutanan dan lain-lainnya. Apalagi NTB akan ada berbagai event internasional.

Baca juga :  Pasien Sembuh di Denpasar Bertambah 2 Orang, Kasus Positif Covid-19 juga Bertambah 2

Dengan kebersamaan tidak ada yang tidak bisa, tapi semua itu harus dibarengi kerja keras luar biasa dari semua pihak.“Tapi saya yakin kalau kita bekerja keras bersama-sama. Apalagi pariwisata kita menjadi incaran para visitor untuk berwisata ke NTB, karena keindahan alam yang kita punya,” jelas Wagub.

Hanya, dia minta kalangan pelaku pariwisata, termasuk para pengusaha hotel dan restoran di NTB, tetap tak melupakan protokol kesehatan (prokes) dalam melayani tamu yang akan berkunjung. Di tengah pandemi, prokes menjadi keharusan untuk diberlakukan, agar tidak muncul kekhawatiran bagi visitor untuk berkunjung. “Dengan kondisi yang aman, nyaman, sehat dan selalu memperhatikan protokol kesehatan menjadi apresiasi positif bagi tamu yang ke NTB,” pintanya.

Wakil Ketua DPP PHRI, Lucia Karina, dalam sambutannya secara virtual berharap dalam kondisi pandemi ini pariwisata nasional, khususnya NTB, akan segera bangkit. Dia berharap seluruh anggota PHRI NTB tetap serius bersama pemerintah guna membangun sinergi intens menghadapi dan mencegah penularan Covid-19, dengan memperketat prokes. “Lakukan koordinasi yang intensif dengan pelaku usaha pariwisata lainnya atau siapa-siapa saja khususnya bagi pemerintah daerah agar kita segera keluar dari keterpurukan kita saat ini,” kata Karina.

Terpisah, Ketua BPD PHRI NTB, Ni Ketut Wolini, menambahkan, Rakerda dilaksanakan untuk koordinasi, sinkronisasi, dan upaya sinergi rencana penjabaran serta pelaksanaan program di tingkat wilayah. Pun disertai penyampaian informasi dan evaluasi kegiatan BPD PHRI. Rakerda juga untuk menyusun rencana pembentukan DPC PHRI di masing-masing kabupaten/kota se-NTB.

Baca juga :  Minim Pelanggaran Pilkada, Tanda Kesadaran Demokrasi di Bali Membaik

Wolini mengungkapkan, dalam rangka memajukan pariwisata di NTB di tengah pandemi saat ini, pihaknya juga mengadakan kerjasama dengan berbagai pihak khususnya para asosiasi pariwisata Airline dan agen perjalanan online. Menurutnya, hal ini penting dilakukan agar koordinasi PHRI dengan organisasi ataupun asosiasi pariwisata lainnya tetap memiliki konsistensi dalam mendukung program pariwisata yang telah ditanamkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan pemerintah daerah dengan mengedepankan kearifan lokal sektor usaha kecil dan menengah. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.