POSMERDEKA.COM, DENPASAR – SMPN 9 Denpasar, memasang 49 unit Closed Circuit Television (CCTV) di dalam maupun luar ruangan kelas. Bahkan, dua unit CCTV langsung terhubung dengan Cyberschool Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar.
Pantauan CCTV itu sudah memberi banyak manfaat bagi sekolah ini. Kepala SMPN 9 Denpasar, Dra. Ni Wayan Raiyani, M.Pd., mengatakan, selain sebagai antisipasi aksi perundungan alias bullying, keberadaan CCTV itu juga memantau interaksi guru dan siswa dalam kelas, termasuk memantau guru yang terlambat masuk kelas.
Bahkan kamera pemantau itu pernah mengungkap kehilangan uang dan sepatu di dalam kelas. “Ada siswa kita yang kehilangan uang dan sepatu, ternyata diambil temannya. Ketahuan lewat CCTV, kita panggil baik-baik beri binaan,” kata dia di sela-sela menerima kunjungan lapangan Tim Nasional Penganugerahan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha kepada Wali Kota Denpasar oleh Presiden RI, Selasa (21/11/2023).
Manfaat lain, kata dia, pemasangan CCTV juga memantau aksi kekerasan atau kenakalan antar siswa, bullying, hingga ancaman lainnya baik dari dalam sekolah maupun luar sekolah. Kamera CCTV, kata Rai Yani, selalu diaktifkan 24 jam. Jika pada jam kerja kamera tersebut dipantau guru yang piket dan guru bimbingan konseling (BK). Sementara, malam hari dipantau keamanan sekolah.
Selain memasang CCTV, sekolah yang memiliki 1.059 siswa ini juga memiliki aplikasi Si Pelor yaitu sistem pelopor pelapor. Jika awalnya poster Si Pelor ditempelkan di majalah dinding dan papan pengumuman kurang efektif, sehingga dibuatlah perubahan menjadi Si Pelor Karet (Sistem Pelopor Pelapor Kampanye di ruangan Toilet).
Poster pengaduan ditempel di ruangan toilet. Fungsinya untuk memberikan keamanan bagi pelapor ketika melapor. Karena sebelumnya, ada banyak masukan terkait tidak berani melapor karena dilihat oleh pembully dan merasa terancam ketika di tempat umum.
Raiyani menjelaskan, aplikasi ini merupakan salah satu layanan pelaporan inovatif untuk mengatasi perundungan dalam program yang dicetuskan sekolah Bali Bersinar (Bersih, Aman, Lestari, Indah, Bebas Rokok, Kekerasan Seksual, Bebas Bullying, Bebas Intoleransi, dan Narkoba), dengan memanfaatkan IT menggunakan QR Code.
Dalam aplikasi ini, siswa dapat melaporkan kejadian dengan mudah melalui QR Code sehingga meningkatkan aksesibilitas. Inovasi ini juga telah disebarkan dan digunakan di beberapa sekolah di Kota Denpasar sebagai layanan pencegahan dan pelaporan tindakan tiga dosa besar pendidikan yang salah satunya tentang anti bullying.
‘’Si Pelor Karet efektif dalam mencegah dan menerima laporan terkait permasalahan siswa. Meningkatkan keberanian siswa melaporkan masalah dan mencari bantuan, mengurangi tingkat bullying dan memberikan keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah,’’ ujar Raiyani.
Sekolah ini juga sudah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sebagaimana diamanatkan dalam Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPKS) di Lingkungan Satuan Pendidikan. TPPK beranggotakan sembilan orang terdiri dari guru dan komite sekolah.
Setiap kelas juga dilengkapi dengan Smart TV sebagai media mengakses materi pembelajaran. Saat ini Smart TV sudah terpasang di sembilan rombel kelas 7. Semester dua mendatangkan akan ditambah untuk kelas 9 dan selanjutnya kelas 8. Pelaksanaan penilaian harian dan penilaian akhir siswa di sekolah ini juga sudah dilaksanakan secara online artinya tidak menggunakan kertas.
SMPN 9 Denpasar di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Sanur, adalah satu-satunya satuan pendidikan di Kota Denpasar yang dikunjungi Tim Nasional Penganugerahan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha yang dipimpin Kolonel Caj Sandy, S.IP., M.Si. (Han) dari Biro Gelar, Tanda Jasa, Tanda Kehormatan, Sekretariat Militer Presiden. Turut menerima rombongan Tim Nasional Penganugerahan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha, di antaranya, Asisten I Setda Kota Denpasar, Made Toya; Kabag Tapem Setda Denpasar, Dewa Made Puspawan; serta Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama.
Saat pemantauan lapangan juga ditampilkan karya inovasi SMPN 9 Denpasar yang meraih medali perak pada ajang lomba inovasi China International Youth Competition dengan karya “Smart Stethoscope”. Smart health monitor, menggunakan stetoskop untuk deteksi dini gejala pneumonia, paru kronis dengan menggunakan AI yang dilengkapi dengan chatbot dan pengukuran tinggi serta berat badan ideal (body mass index).
Juga ditampilkan karya inovasi auto trash machine yaitu tong sampah otomatis buka tutup dengan dikendalikan melalui smartphone. Dan, aplikasi terapi stop rokok, stop vape. Ketiga karya inovasi ini akan dilombakan di Thailand pada Februari 2024. tra
























