Disdikpora Denpasar Bekali Operator SDN Persiapan SPMB 2026, Tekankan Integritas dan Pelayanan Humanis

PEMERINTAH Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) menggelar pelatihan teknis bagi operator SD negeri dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 pada Selasa (19/5/2026) sampai Rabu (20/5/2026). Foto: ist
PEMERINTAH Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) menggelar pelatihan teknis bagi operator SD negeri dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 pada Selasa (19/5/2026) sampai Rabu (20/5/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) menggelar pelatihan teknis bagi operator SD negeri dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 pada Selasa (19/5/2026) sampai Rabu (20/5/2026). Pelatihan dibuka Kabid Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suriawan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru agar berjalan lancar, objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Pelatihan ini bertujuan memastikan kesiapan operator dalam mengelola sistem penerimaan murid baru online jenjang SD negeri yang akan berlangsung pada 22 Juni–3 Juli 2026 melalui laman https://spmbsd.disdikporadps.id/.

Read More

Dalam sambutannya, Suriawan menegaskan bahwa SPMB merupakan momentum penting dalam dunia pendidikan karena menjadi gerbang awal bagi para siswa untuk memperoleh hak pendidikan secara adil dan merata. “Keberhasilan pelaksanaan SPMB sangat bergantung pada transparansi, akuntabilitas, dan aksesibilitas sistem yang ada,” ujarnya.

Ia menegaskan, Disdikpora Kota Denpasar terus melakukan penyempurnaan sistem, baik secara daring maupun luring, agar proses penerimaan siswa baru dapat berjalan lebih efektif dan minim kendala teknis. Menurutnya, operator dan panitia sekolah memiliki peran yang sangat vital dalam pelaksanaan SPMB.

Mereka menjadi ujung tombak pelayanan sekaligus penghubung antara sekolah, dinas pendidikan, dan masyarakat. Operator sekolah harus memahami sistem dengan baik agar tidak terjadi kendala saat pelaksanaan. Ini juga bagian dari upaya menjaga integritas SPMB.

Ia menegaskan seluruh operator agar berpedoman pada petunjuk teknis dan instruksi pelaksanaan sehingga alur SPMB berjalan sesuai ketentuan. Selain itu, sekolah juga diminta lebih masif memberikan edukasi kepada masyarakat guna mengantisipasi informasi yang keliru terkait pelaksanaan SPMB.

“Secanggih apa pun sistem yang digunakan tidak akan berjalan maksimal tanpa operator yang kompeten, teliti, dan memiliki integritas tinggi,” tegasnya.

Suriawan juga meminta seluruh peserta pelatihan untuk mengikuti kegiatan dengan serius dan aktif berdiskusi terkait berbagai kendala yang sering muncul dalam pelaksanaan SPMB pada tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, ia menitipkan tiga hal penting kepada seluruh panitia dan operator SPMB, yakni menjaga integritas dalam bekerja, meningkatkan ketelitian saat memverifikasi dokumen calon peserta didik, serta memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.